Home / Headline / PDIP dan Demokrat Usul Cawawako Palembang

PDIP dan Demokrat Usul Cawawako Palembang

Palembang, BP

IMG-20150823-02275Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI Perjuangan) Sumsel membuka peluang seluas-luasnya kepada kader untuk mendaftar calon wakil walikota (cawawako) Palembang.

Sementara DPD Partai Demokrat Sumsel ikut bersaing dalam perebutan kursi pasca diangkatnya Harnojoyo sebagai Walikota Palembang definitif. Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas, SE, MM mengatakan pihaknya telah menutup pendaftaran sebagai cawawako kemarin. “Rencana sore ini (kemarin-red) kita bawa ke DPP,” kata Giri, Rabu (16/9).

Soal siapa nama dan berapa nama yang akan direkomendasikan, Giri yang juga Ketua DPRD Sumsel mengaku masih menunggu DPP PDIP. “Tunggu dari DPP. Hasil dari situ baru disampaikan nama yang direkomendasi partai untuk Cawawako dari PDI Perjuangan. Kami harus optimis memperjuangkan nama cawawako kita,” ujar keponakan Megawati Soekarnoputri itu.

Bendahara DPD PDI P Sumsel Yudha Rinaldi mengatakan, partainya sendiri tidak begitu mempersoalkan apakah cawawako yang diusung PDI Perjuangan asli Palembang atau bukan. Yang terpenting calon tersebut berasal dari internal PDIP.

Sampai Selasa (15/9) siang, sudah ada enam nama yang mengambil formulir di DPD PDI P. Keenam nama tersebut di antaranya A Lagan, MA Gantada, Yudha Rinaldi. Sementara itu Kader PDIP Sumsel MD Sakim nyaris tidak bisa mendaftarkan diri jadi cawawako Palembang. Pasalnya Rabu sekitar pukul 09.35, ia mendatangi Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Palembang dan ternyata dinyatakan pendaftaran sudah ditutup.

“Barusan tadi saya ke DPC PDI Perjuangan, saya ketemu dengan Wakil Sekretaris Internal DPC PDIP Kota Palembang Yandris Suwandi. Katanya kemaren pendaftaran sudah tutup. Padahal saya tadi baca di media, dibuka hingga hari ini. Makanya pagi-pagi tadi saya bawa berkas langsung ke DPC. Kami sayangkan. DPC katanya sudah tutup. DPD sampe jam 10 masih menunggu formulir wawako khusus internal partai taoi bisa juga daftar,” kata Sakim MD saat mendatangi kantor DPD PDIP Sumsel.

Sakim mengaku sudah mengirim berkas Cawawako ke DPP PDI Perjuangan sejak 27 Juli 2015. “Berkas 2012 saya kan sudah ada. Sudah saya sampaikan ke DPP. Namun untuk memenuhi mekanisme partai kita penuhi untuk melalui di tingkat daerah,” ujar mantan Anggota DPRD Sumsel.

Mantan Bendahara DPD PDIP Sumsel era Eddy Santana Putra (ESP) ini menilai wajar ada kekhawatiran sebagian pihak akan dirinya maju pada pencalonan Cawawako.

“Kalau ada kekhawatiran persaingan, wajar-wajar saja. Tapi kita serahkan ke Ketum DPP Ibu Mega yang punya hak prerogatif untuk di daerah,” ujar Sakim. Dirinya  pun optimis lantaran juga mendapat dukungan resmi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) pusat dan Walikota Palembang H Harnojoyo SSos bulan lalu.

Sementara itu Partai Demokrat Sumsel menggulirkan nama Chairul S Matdiah sebagai calon yang digadang-gadang bakal mendamping Harnojoyo. Chairul yang juga Wakil Ketua DPRD Sumsel ini mengatakan, penunjukan dirinya ini diputuskan setelah melalui rapat internal Partai Demokrat di rumah Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki, Minggu (13/9) lalu.

Ia juga optimistis mampu menjadi wawako Palembang dan yakin mengantungi 35 suara dari 50 suara anggota DPRD Palembang. ”Saya optimistis terpilih. Dari 50 suara anggota DPRD Palembang, kita akan ambil 35 suara dan Partai Demokrat itu solid,” katanya.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki pun akan segera bertemu dengan Harnojoyo untuk melakukan koordinasi dalam waktu dekat ini. “Kita juga sudah berkonsultasi denga sejumlah parpol,” imbuh Chairul. Menurutnya, Ketua DPD memberikan mandat untuk memberikan yang terbaik bagi pembangunan Kota Palembang.

“Semua kandidat cukup kuat, dan saya tentu legowo untuk melepas jabatan sebagai legislator jika nantinya maju dalam pemilihan tersebut,” katanya.

Menyikapi bursa cawawako, Wakil Ketua DPRD Kota Palembang Mulyadi mengatakan, seluruh partai pengusung tentu melakukan dialog. Hal ini dimana masing-masing partai berhak mengajukan nama dalam rapat dan musyawarah.

“Saya belum mengetahui secara persis seperti apa musyawarah yang dilakukan masing-masing partai pengusung. Tetapi tentu sudah dilakukan sejumlah dialog,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Untuk Partai Demokrat sendiri, juga melakukan komunikasi dengan beberapa partai pengusung. Setelah Walikota Palembang, Harnojoyo dilantik, tentu diharapkan tidak lama lagi akan diketahui siapa calon wakil walikota Palembang.

“Nanti akan ada rembukan bersama, nanti ada dua nama yang diusulkan ke Walikota Palembang dan kemudian ke DPRD Kota untuk dipilih satu orang wakil walikota,” ungkapnya.

Untuk waktunya sendiri, jelas Mulyadi, sesuai ketentuan tentu paling lama 30 hari namun bisa lebih cepat dari itu. Setelah namanya masuk ke DPRD Palembang maka akan diparipurnakan dan dipilih satu.

“Nanti akan ada sidang Paripurna untuk mengusulkan satu nama wakil walikota yang sudah dipilih. Setelah itu baru diserahkan ke Gubernur untuk disampaikan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk siap dilantik,” tandasnya. #osk/idz

x

Jangan Lewatkan

Program 10 Ribu Kartu BPJS, Walikota Pangkalpinang Kembali Raih Penghargaan

# Untuk Ketiga Kalinya Palembang, BP Upaya untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat kota Pangkalpinang melalui berbagai program salah satunya program ...