Home / Bisnis / Dolar Naik, Pendapatan Migas Tetap Kecil

Dolar Naik, Pendapatan Migas Tetap Kecil

Lampung, BP

WP_20150917_10_35_13_ProKendati nilai mata uang dolar hingga saat ini terus meningkat, pendapatan di sektor perminyakan tak ikut naik. Harga dari bidang perminyakan masih tetap kecil, tak beriringan dengan harga dolar yang semakin menanjak. Penurunan harga minyak pun luar biasa, hingga mencapai 55 persen.

Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Perwakilan Sumbagsel Tirat Sambu Ichtijar mengatakan, dengan posisi pembagian hasil yang tetap sama antara pemerintah dan pihak kontraktor, hasil pendapatan dari penjualan migas tetap kecil meskipun dengan kondisi dolar yang naik.

“Bagi hasil kita tidak berubah, untuk minyak pembagian 85 persen untuk pemerintah sedangkan 15 persen kontraktor, lalu gas 70 pemerintah dan 30 kontraktor. Otomatis dengan harga minyak 55 persen turun maka bisa dipikirkan pendapatan kedua sektor tersebut sangat kecil,” katanya saat berbicara dalam media gathering SKK Migas-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel di Grand Etty Krakatao, Lampung Selatan, Kamis (17/9).

Dikatakan, akibat kecilnya pendapat, cashflow terganggu sedemikian rupa, namun pihaknya tetap berusaha untuk mengatasi agar tidak ada pemutusan kerja pegawai. Hal ini membuat pihaknya harus melakukan efisiensi salah satunya menekan biaya operasi.

“Apa saja yang bisa kami tekan, selain biaya operasi kami juga harus mengurangi biaya CSR untuk berhemat. Sekadar bertahan dengan kondisi yan sulit sekarang,” ujarnya.

Pihaknya tetap berharap, nantinya harga minyak bisa kembali normal. Sebab dengan harga minyak bersifat naik turun. Sehingga pihaknya pun optimis harga minyak akan naik lagi.

“Kemarin kami sempat terlena dengan kondisi minyak yang naik kemudian turun dratis, ini menjadi shock terapi juga buat kami,” bebernya.

Mengenai produksi minyak di provinsi Sumsel, Tirat mengatakan, sebelumnya produksi di Sumsel bisa mencapai 80 ribu per barel tiap harinya. Tetapi saat ini di Sumsel hanya sekitar 65 ribu hingga 70 ribu per barel minyak per hari yang dihasilkan, hal ini dikarenakan sulit untuk menemukan sumur bor dengan kandungan minyak yang lebih besar. Ini merupakan rata rata minyak yang diproduksi di Sumsel. Diakuinya, sebelumnya pihaknya harus melakukan efisiensi salah satunya menekan biaya operasi.

“Kalau menemukan sumur bor yang banyak pastinya akan meningkat produksinya, tetapi saat ini pihaknya sering menemukan sumur bor yang lebih sedikit. Oleh sebab itu sering berpindah-pindah untuk menemukan yang banyak, oleh karena itu lah apa saja yang bisa kami tekan, selain biaya operasi juga harus mengurangi biaya CSR untuk berhemat. Sekedar bertahan dengan kondisi yan sulit sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai pelaksanak gathering ini, Tirat mengharapkan kegiatan pertemuan ini bisa menjadi ajang sharing bersama antara pihak SKK Migas – KKS Sumsel berserta awak media.

“Tujuan yang kami berharap bisa memberikan pengetahuan kepada para awak media akan.pengetahuan mengenai migas khususnya ekspedisi migas hulu,” ujarnya.

Ditambahkannya, dari pertemuan ini pula hendaknya para awak media bisa membuat berita yang akurat serta berimbang khususnya mengenai pemberintaan di sektor migas.

“Mudah-mudahan para awak media bisa lebih efektif dalam membuat berita yang tajam serta akurat sehingga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, ketua Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel sekaligus Ketua PWI Sumsel Oktaf Riadi menyambut baik kegiatan media gathering yang dilakukan oleh pihak SKK Migas dan KKKS Sumsel. Melalui kegiatan ini pula bisa menjadi ajang untuk saling merekatkan hubungan media dengan pihak SKK Migas Sumsel.

“Kami apresiasi baik , sebab ini bisa menambah wawasan bagi kami awak media, untuk berfikir maju dengan menambah ilmu dari media gathering ini,” katanya. #adk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Dongkrak Harga Jual Karet Melalui Inovasi Aspal Karet

Sekayu, BP–Harga karet berfluktuatif, sangat bergantung pada kondisi pasar internasional. Untuk mendapatkan harga jual yang bagus, perlu sentuhan inovasi. Salah ...