Home / Headline / Pemda Harus Berinovasi Demi Masyarakat

Pemda Harus Berinovasi Demi Masyarakat

 

Palembang, BP

Litbang1Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman menghadiri Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke-20 Wilayah Sumsel di Swarna Dwipa Palembang, Rabu (16/9). Peringatan itu dijadikan refleksi capaian Otonomi Daerah di Sumsel.

“Harteknas tidak hanya sekadar seremonial, tapi sebagai tolok ukur atau penyemangat daerah di Sumsel agar berinovasi. Jika inovasi terus terjadi, masyarakat di daerah memiliki daya saing cukup tinggi bahkan di tingkat internasional,” ujarnya.

Mukti menyebut tantangan terbesar bagi daerah di Sumsel adalah peningkatan daya saing lewat Sistem Inovasi Daerah atau Sida. Inovasi itu beragam. Mulai dari penciptaan teknologi tepat guna atau penerapan sistem.

Hotma Tua Daulai, Direktur Pengembangan Teknologi Industri dari Kemenristek Dikti mengatakan, sejauh ini Sumsel konsisten membangun Sida. Hingga terbukti nyata lewat daya saing masyarakat yang tinggi. Sumsel katanya sudah memanfaatkan perkembangan Iptek untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Pemanfaatan iptek untuk perekonomian lebih mudah terlaksana bila pemerintah bekerja sama dengan stakeholder. Misalnya dengan swasta, akademisi dan komunitas masyarakat. Pemda harus ambil peran untuk memfasilitasi sehingga iptek bisa menampakkan wujudnya untuk masyarakat,” terangnya.

Sekretaris Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Soni Sulistya Yunawan mengatakan, masyarakat berhak mendapatkan hasil Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri (Iptekin). Makanya BPPT berusaha melaksanakan amanat UU untuk memanfaatkan Iptekin demi masyarakat.

“BPPT mendapat tugas program membentuk 100 Techno Park. Ada sembilan daerah di antaranya adalah Sumsel. Kita bekerja sama dengan Pemda dan perguruan tinggi. Tujuannya membuat contoh sukses Iptekin,” sebutnya.

Soni menjelaskan, daerah yang berhasil mengembangkan Iptekin bermuara pada kesejahteraan rakyat. Ia menyebut sebuah daerah di Indonesia yang menerapkan Smart City lewat perangkat lunak Open Source di pemerintahan, bisa menghemat anggaran hingga Rp32 miliar per tahun.

“Semoga ini bisa jadi langkah awal, bermanfaat dan bernilai tambah, punya nilai saing serta menumbuhkan UKM baru berbasis kreatif,” imbuhnya. Lewat peringatan Harteknas kemarin, BPPT dan Kemeristek Dikti menandatangani perjanjian dengan Pemprov Sumsel.

Memorandum of Understanding (MoU) itu meliputi pengkajian, penerapan, sistem masyarakat teknologi dengan Pemda dan Perguruan Tinggi (PT). Perjanjian melingkupi pengkajian dan penerapan di bidang Sida, jaringan inovasi, tecknopreneur, agro industri, pemanfaatan SDA, industri rancang bangun dan rekayasa, serta energi maupun material.

Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Sumsel, Alamsyah menambahkan, peringatan Harteknas diisi pemberian penghargaan kepada daerah yang dinilai sukses mengembangkan Sida.

Lele Presto dari Kabupaten Musi Rawas meraih penghargaan Sida, begitu juga dengan mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang. Balitbangnovda Sumsel juga memberi penghargaan kepada wartawan peduli iptek. Yakni Deryardli dari Sriwijaya Post dan Retno Palupi dari Koran Sindo. #rel

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

FP2TKL Dukung Sarimuda-Rozak

Palembang, BP Serikat buruh dan Forum Pedagang Pasar, Toko dan Kaki Lima (FP2TKL) kota Palembang berharap Ir H Sarimuda Sarnubi ...