Home / Headline / Bupati Rekomendasikan Cabut HGU PT Tempirai

Bupati Rekomendasikan Cabut HGU PT Tempirai

 

Kayuagung, BP

tinjau kebakaran lahan (2)Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar, SE  akhirnya mengeluarkan rekomendasi untuk mencabut  Izin Hak Guna Usaha (HGU)  PT Tempirai Palm Resources yang beroperasi di Kabupaten OKI, Surat bernomor 468/BPPM/IX/2015 perihal Rekomendasi pencabutan HGU PT Tempirai Palm Resources itu di layangkan ke Kementerian Agraria RI.

Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten OKI Drs Husin MM, Rabu (16/9), menegaskan hal ini di ruang kerjanya.

”Sesuai dari hasil tim invetarisasi dan tim investigasi yang turun ke lapangan, telah ditemukan adanya kelalaian dari pihak perusahaan sehingga ratusan lahan yang masuk dalam HGU perusahaan terbakar, kemudian perelatan pemadam kebakaran yang dimilikinya tidak memenuhi standar, hal ini terlihat perusahaan itu tidak serius mencegah kebakaran lahan di kawasan HGU nya,” kata Husin.

Menurut Husin, Surat Rekomendasi itu dikeluarkan oleh Bupati bukan karena desakan atau tekanan dari  pihak luar, tetapi murni karena hasil temuan Tim Investigasi yang turun ke lapangan. ”Setelah ada instruksi dari Presiden, kita langsung bertindak cepat dengan membentuk Tim Inventarisasi dan Tim Investigasi, hasil temuan Tim inilah yang kita jadikan dasar untuk melayangkan surat rekomendasi pencabutan Izin HGU PT Tempirai,” ujar Sekda.

Dijelaskan Sekda, ada dua HGU PT Tempirai di Kabupaten OKI, dua HGU tersebut semuanya direkomendasikan untuk di cabut. ”Yang pertama HGU Nomor :00038 tanggal 25-02-2013 seluas 3.222,07 ha yang terletak di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur, kemudian HGU nomor :00039 tanggal 17-10-2013  seluas 3.818,95 ha yang terletak di Desa Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran timur,” jelasnya.

Selama Surat Rekomendasi ini diproses oleh pemerintah pusat, menurut Sekda, perusahaan sudah diberikan surat agar tidak memperluas lahannya, atau menggarap lahan yang masih kosong, kemudian diminta tetap menjaga agar lahan kosong yang masuk dalam HGU tetapi di jaga jangan sampai terbakar kembali.

”Selama proses pencabutan berjalan, mereka masih tetap beroperasi tetapi di kawasan yang sudah ditanamnya saja, sementara lahan yang masih kosong tidak boleh digarap, sampai ada keputusan dari Kementerian Agrarian,” terangnya.

Tim Investigasi di bentuk oleh Bupati OKI, menurut Sekda, bukan hanya menginvestigasi PT Tempirai saja, tetapi TIM juga tengah menginvestigasi perusahaan perkebunan lainnya yang ada di Kabupaten OKI.

”Kalau kita hanya menginvestigasi PT Tempirai, itu  tidak adil, makanya tim juga bergerak menginvestigasi beberapa perusahaan lainnya yang lahannya juga terbakar, seperti PT Wai Musi Agro, PT Rambang Agro Jaya, PT Waringin Agro Jaya, PT Bumi Mekar Hijau (BMH) dan beberapa perusahaan lain masih kita investigasi, tetapi sementara baru PT Tempirai yang sudah ada hasilnya,” bebernya.

Investigasi yang dilakukan oleh Tim yang dibentuk Bupati ini, kata Sekda hanya menginvestigasi dari segi aspek kewajiban perusahaan. ” Saat HGU dan IUP keluar, itu ada kewajiban-kewajiban yang harus di penuhi oleh perusahaan, nah dari investigasi kita ada kelalaian, dan kewajiban mereka untuk menjaga lahannya agar tidak terbakar itu tidak di penuhi, alat pemdamnya tidak memenuhi standar, kalau unsur pidananya itu ditangani oleh tim yang dibentuk oleh pihak kepolisian,” katanya. # ros

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...