Home / Olahraga / Berlatih Tanpa Samsak, Pelatih Tinju Mengeluh

Berlatih Tanpa Samsak, Pelatih Tinju Mengeluh

Palembang, BP

Kurangnya perhatian dan realisasi janji Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sumatera Selatan terhadap tempat pemusatan latihan di Lahat membuat pelatih pesimis menatap Pra-PON di Batam, 28 September 2015 mendatang.

“Katanya pemusatan latihan akan diurusi di sini (Lahat – red), tapi samsak saja tidak ada, baik itu yang gantung dan samsak dinding. Bagaimana kami mau latihan?” kata pelatih tinju Sumsel Paulsen Gabriel, Selasa (15/9).

Menurut dia, banyaknya atlet cabang olahraga lain yang berlatih di Lahat membuat tinju terkesan dikesampingkan. Padahal, orang nomor satu Lahat adalah ketua umum Pengurus Provinsi Pertina Sumsel.

“Kami bersama anak-anak menginap di kontrakan karena banyak yang latihan di Lahat. Ada wushu, kempo dan juga tinju. Kami putuskan tanggal 19 nanti, kami akan ajak anak-anak ke Palembang untuk latihan. Buat apa jika disuruh latihan di Lahat, tapi alatnya tidak ada,” tegas Poulsen.

Ia tidak menampik ada bantuan dari Pertina Sumsel, seperti katering dan rumah kontrakan. Tapi, Poulsen kecewa dengan menu yang disajikan, karena tidak sesuai dengan kebutuhan kalori atlet.

“Makan memang disediakan, tapi menunya kurang maksimal. Saya tidak tahu, yang jelas kuranglah. Namanya atlet kan butuh kalori banyak. Apalagi kita latihan sekitar satu bulan, normalnya itu enam bulan,” tuturnya.

Poulsen juga kecewa dengan batalnya rencana try out karena tidak disetujui Pertina Sumsel. “Tinju itu mesti ada lawan. Kalau lawannya teman sendiri, anak-anak mukulnya tidak maksimal. Namanya teman sendiri ya kasihan. Terpaksa mengukur kemampuan atlet hanya lewat rekam jejak mereka saat mengikuti kejuaraan,” ungkapnya.

Poulsen sendiri mengaku tak berharap banyak di Pra-PON kali ini. Ia hanya mematok tiga tiket PON dari enam petinju yang dipersiapkan.

Satu dari enam petinju adalah Niko Dakosa, yang turun di kelas 49 kilogram putra. Ia tampil memperkuat Sumsel di PON 2012 di Riau, namun gagal meraih medali. Sementara kelima lainnya, Lemige Combo di kelas 54 kilogram, Hotma Naiboh di kelas 64 kilogram, Saldo Mayor di kelas 56 kilogram, Wahyu Nugroho di kelas 69 kilogram, dan Rois di kelas 46 kilogram.

Sementara itu, Ketua Harian Pertina Sumsel Sulfa Ganie saat dikonfirmasi perihal kekecewaan tersebut melalui telepon selulernya tak merespon. O sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Raih Emas Asian Games, Alex Ganjar Rumah

    Palembang, BP   Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berjanji bakal memberikan bonus rumah bagi siapapun atlet Sumsel yang meraih ...