Home / Pendidikan / Hindari Sanksi Blacklist, PGRI Angkat 50 Dosen Tetap

Hindari Sanksi Blacklist, PGRI Angkat 50 Dosen Tetap

Palembang, BP

suasana penyerahan berkas dosen tetap PGRI

suasana penyerahan berkas dosen tetap PGRI

Ancaman penonaktifkan sebuah program studi Oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II, terkiat rasio dosen dan mahasiswa membuat beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) cemas. Apalagi, bagi PTS yang masuk daftar sanksi karena tidak memenuhi rasio toleransi 1:30 untuk IPA dan IPS 1:45.

Berbagai langkah dilakukan untuk memenuhi segala syarat yang sudah ditentukan. Seperti yang dilakukan Universitas PGRI yang masuk dalam daftar surat peringatan (SP) II dan diberi deadline hingga 31 Desember 2015. PGRI kini mengukuhkan serta mengangkat sebanyak 50 dosen untuk menjadi Dosen Tetap Yayasan (DTY).

Rektor UGPRI Palembang Dr H Syarwani Ahmad, MM, mengatakan, pemenuhan rasio dosen dan mahasiswa sangat berpengarauh pada kelanjutan dan akreditasi sebuah prodi di fakultas. Idealnya, satu prodi wajib memiliki dosen tetap yayasan yang memenuhi kualifikasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Maka itu, Universitas PGRI Palembang berupaya mengoptimalkan Dosen Tetap Yayasan (DTY) agar bisa memenuhi kualifikasi tersebut.

“Apabila perguruan tinggi dan prodi tidak memenuhi rasio, maka prodi akan di passing out,” kata Syarwani Ahmad di sela-sela pelantikan DTY di Gedung Perpustakaan PGRI, Sabtu (12/9).

Dia menjelaskan, hal ini dilakukan sebagai bukti bahwa rasio tersebut bisa dituntaskan dan PGRI baru saja memberikan SK DTY baru tersebut sebagai langkah penertiban. SK dosen yang baru ini sesuai dengan peraturan. Terhitung, ada 50 dosen yang baru dengan jumlah DTY sebelumnya sebanyak 288. Artinya, dengan adanya penambahan ini, jumlah DTY yang sudah terdaftar dalam PDPT ada sebanyak 368 orang.

“Sebelumnya kami banyak menugaskan dosen, tetapi masih ada yang belum memenuhi syarat. Salah satunya yang S1 sebanyak 73 orang. Makanya mulai 31 Desember dan awal Januari kemarin tidak diperkenankan lagi bertugas. Tentu saja dalam daftar Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) di-blacklist,” tegasnya.

Dengan adanya pemberian SK baru ini, artinya syarat dosen dengan kualifikasi S2 dan linier untuk DTY sudah terpenuhi. Untuk yang baru ini, pihaknya mendatangkan tenaga dosen dari Banjarmasin, Semarang, Solo bahkan Sumatera Barat.

“Insya Allah kami akan memenuhi standar yang ditetapkan Dikti. Rasio tersebut tidak boleh lebih, apabila lebih satu saja kita bisa kena blacklist,” pungkasnya.

#adk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Safari Ramadan, APJII Beri Santunan Santri

Palembang, BP  Agenda safari Ramadan pengurus pusat Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berlanjut menyambangi wilayah Palembang. Tak lupa, momen ...