Home / Headline / Pasukan TNI Mulai Padamkam Api di Sumsel

Pasukan TNI Mulai Padamkam Api di Sumsel

  • DPR RI Desak Menkes Turun ke Sumsel
Palembang, BP
20150910202604Sebanyak 104 personel Yon Armed 10/Kostrad dipimpin Danyon Armed 10/Kostrad Letkol Arm Johanes Toar Pioh berangkat ke Air Sugihan, OKI  Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (11/9), untuk mengantisipasi kebakaran lahan agar tidak  lebih luas lagi.
Kapenrem 044 Gapo, Mayor Inf Dedi Sugiri mengatakan kalau pasukan tersebut membawa perlengkapan perorangan, bekal ransum makanan, pacul pick, kapak perorangan, mesin senso, mesin pompa air, tenda pleton, velbad dan alat pemadam, didampingi Danramil, para Babinsa wilayah Air Sugihan, berangkat dari Kota Palembang di Kompi Angkutan Air dan Satuan Kapal Bekangdam II Sriwijaya. Dengan menggunakan Kapal Komando Cepat Bekangdam II Sriwijaya  dibagi dua gelombang pemberangkatan
“Hari ini pasukan langsung diberangkan ke lokasi di titik-titik api,” katanya.
Sebelumnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan akan memberangkatkan 1.050 personelnya ke Sumsel.
Gatot yakin bahwa kebakaran hutan di sejumlah daerah di Tanah Air lebih banyak karena kesengajaan pihak-pihak tertentu daripada akibat faktor alam.
“Saya yakin hutan itu lebih banyak dibakar ya daripada terbakar,” ujar Gatot, seusai memimpin apel pasukan bantuan pemadaman kebakaran hutan, di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/9).
Pemberangkatan personel TNI tak lepas dari pertemuan Panglima TNI dengn Presiden Jokowi  4 September lalu. Presiden bertemu dengan beberapa pejabat terkait untuk membahas penanganan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Pada pertemuan itu, Presiden menginstruksikan pemadaman menggunakan bom air, penegakan hukum, penanganan masalah kesehatan, dan pelaksanaan sosialisasi tentang bahaya bencana kabut asap bagi kesehatan [Suhardi] Terkait bencana asap di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani mengatakan, pihaknya sudah meminta Menteri Kesehatan RI untuk meninjau wilayah dan mencari tahu apa yang bisa di bantu bagi masyarakat yang terkena dampak.
“Saya dapat informasi bahwa untuk Sumsel yang terkena dampak ISPA sudah 5000 lebih ini tentunya akan menjadi preseden buruk kalau Kementrian Kesehatan tidak segera turun membantu masyarakat,” katanya, Jumat (11/9).
Selain itu pihaknya juga sudah menyampaikan kepada pihak Kementrian Kehutanan untuk bisa segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani asap ini secara bersama-sama agar bisa dilakukan solusinya secara konferhensif.
“Kadang-kadang masyarakat tidak sadar yang dia lakukan berbahaya , kemudian membahayakan diri sendiri dan lingkungan, ini perlu sosialisasi kepada masyarakat, penting bagi kita memberikan sosialisasi dengan turun ke bawah kepada masyarakat , bahwa membakar hutan itu tidak baik untuk diri sendiri, tidak baik untuk lingkungan dan akan mendapatkan sangsi yang tegas dari pemerintah, ini sudah menjadi kasus nasional,” katanya.
Dan hingga kini kebakaran lahan dan hutan di Sumsel terparah di Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin (Muba).
“Riau lebih parah dari Sumsel , tadinya kita mau sidak langsung langsung ke Sumsel, Jambi dan Riau  tapi karena terkendala kabut asap jadi kami belum bisa turun, khan pesawat tidak bisa turun, karena terbentur waktu, kita akan cari waktu yang tepatlah untuk sidak langsung,” katanya.
Pihaknya juga mendukung kebijakan Dinas Pendidikan di Sumsel yang meliburkan siswanya hingga Senin depan karena bahaya asap.
“Karena situasi ini akan menganggu kesehatan anak-anak ya, karena Ispa itu cuku berbahaya bagi saluran pernapasan, kalau itu diliburkan , cukup baik,” katanya. ” Hari ini pasukan mulai memadamkan api di seluruh wilayah Sumsel,” katanya. #osk
x

Jangan Lewatkan

Ratusan Kades di OI Sudah 9 Bulan Belum Gajian

Inderalaya, BP–Sebanyak 227 kepala desa beserta para perangkat desa se Kabupaten Ogan Ilir (OI) kesal, mereka mengeluhkan tunjangan alias gaji ...