Home / Hukum / Kejati Teliti Berkas Tersangka Arkoni

Kejati Teliti Berkas Tersangka Arkoni

Palembang, BP
Setelah dilakukan pelimpahan tahap I oleh penyidik Polda Sumsel, pada 7 September lalu, saat ini jaksa Kejati masih lakukan penelitian berkas atas tersangka Arkoni, yang merupakan Ketua DPC Hanura Banyuasin.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Zulfahmi membenarkan adanya pelimpahan tahap I pada  7 september lalu. “Saat ini sedang dilakukan penelitian oleh Jaksa apakah berkas sudah lengkap atau belum,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, penelitian berkas akan dilakukan selama tujuh hari setelah pelimpahan, dengan maksud untuk mengetahui apakah sudah memenuhi syarat formil dan materil.

“Kalau belum maka kita akan memberitahu penyidik berkas belum lengkap (P18) lalu diberi petunjuk apa saja yang perlu dilengkapi (P19),” imbuhnya.

Namun jika dari hasil penelitian sudah lengkap dinyatakan lengkap, maka kejaksaan akan menerbitkan P21 dan selanjutnya penyidik Polda akan menyerahkan tersangka bersama barang bukti (Tahap II).

“Namun untuk sekarang ini belum dapat kita pastikan, karena masih dalam proses penelitian,” tuturnya.

Dalam perkara ini, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan memanipulasi berkas Pergantian Antar Waktu (PAW) Diah Turis Kaemirawati di Kantor DPC Hanura Banyuasin.

“Tersangka diduga membuat keterangan dan tanda tangan palsu. Sehingga penyidik menjeratnya dengan pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemalsuan surat,” paparnya.

Diketahui kasus ini berawal dari laporan Hartono (48) warga Jalan Tanjung Raya, RT 24/5, Kelurahan Sukodadi, Palembang, ke Siaga Ops Polda Sumsel, yang diterima dengan laporan polisi nomor STPL/56-K/I/ 2012, pada 26 Januari 2012 lalu.

Hartono menduga, tersangka Arkoni membuat keterangan dan tandatangan palsu di Kantor DPC Hanura Banyuasin, pada 13 Januari 2012 dan dari hasil laboratorium forensik Polda Sumsel, menyatakan positif.

Serta selain dugaan pemalsuan tandatangan tersebut, Arkoni juga diduga melakukan manipulasi Surat Keputusan (SK) DPP Hanura Nomor A/529/DPP-Hanura/XI/2011, tertanggal 7 November 2011.

Yang seharusnya tertulis Muhammad Iqbal, namun diganti dan di fotokopi lagi dengan nama Diah Turis Kaemirawati, sedangkan SK DPP yang benar untuk Diah yakni surat DPP Nomor A/532/DPP-Hanura/ XI/2011, tertanggal 11 november 2011

#ris

x

Jangan Lewatkan

Waria Dibunuh di Dalam Salon

Palembang, BP–Aldi alias Chika alias Badek (25) ditemukan tak bernyawa di dalam salon ‘Kiki Salon’ dengan sejumlah luka serius, Selasa ...