Home / Headline / Walikota Palembang Harnojoyo Siap Sukseskan AG

Walikota Palembang Harnojoyo Siap Sukseskan AG

 

Palembang, BP

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin resmi melantik Harnojoyo sebagai Walikota Palembang, di Graha Bina Praja, Pemprov Sumsel, Kamis (10/9). Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 131.16-5050 2015, Harno akan memimpin Palembang hingga Juni 2018.

BP/MARDIANSYAH PELANTIKAN-Gubernur Sumsel H Alex Noerdin membacakan sumpah saat melantik Wali Kota Palembang Harnojoyo di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel,Kamis (10/9)

BP/MARDIANSYAH
PELANTIKAN-Gubernur Sumsel H Alex Noerdin membacakan sumpah saat melantik Wali Kota Palembang Harnojoyo di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel,Kamis (10/9)

Gubernur Alex Noerdin mengaku lega telah melakukan pelantikan yang banyak ditunggu oleh masyarakat dan melewati proses yang panjang, melelahkan, dan sesuai aturan yang ada.

“Walikota Palembang merupakan posisi kunci di Pemerintahan Provinsi Sumsel. Palembang sebagai ibukota Sumsel, merepresentasikan Sumsel secara langsung dan tidak langsung. Bila Palembang jelek, Sumsel jelek. Palembang kotor, Sumsel kotor, dan sebaliknya,” ujar Gubernur Alex.

Setelah dilantik, Harno tidak boleh lagi ragu-ragu dalam bertindak dan menjalankan pemerintahan. Hal pertama yang harus dilakukan Harno adalah melakukan konsolidasi ke dalam Pemerintahan Kota Palembang.

“Tunjukkan Anda pantas jadi Walikota Palembang, ibukota Provinsi Sumsel. Kagek dulu nak sedekah-sedekah balik ke dusun. Segera selesaikan masalah yang tertunda di kota ini,” tegas Gubernur.

Pekerjaan yang menunggu Harno adalah pembebasan lahan proyek-proyek besar yang ditargetkan selesai pada 2017 atau sebelum Asian Games (AG) 2018.

Seperti proyek pembangunan UIN Raden Fatah, Jembatan Musi IV dan VI, serta Jalan Tol Trans Sumatera yang beberapa ruasnya bersinggungan dengan Kota Palembang.

Harno juga diharapkan bisa meniru prestasi Walikota Surabaya Tri Rismarini. Alex percaya Harno bisa melampaui prestasi walikota terbaik dunia itu, jika berhasil menciptakan Palembang lebih dari Surabaya.

“Coba kejar prestasi Rismarini. Tak perlu ambisius kejar Adipura. Cukup ciptakan Palembang yang lebih hijau dan bersih. Perbanyak pohon dan taman-taman kota supaya Palembang jadi kota yang ramah bagi pejalan kaki,” ucap Alex.

Tugas lainnya, memecahkan kesemrawutan transportasi umum, kebersihan lingkungan, sanitasi dan sungai, penertiban billboard yang tak ramah lingkungan dan parkir liar yang masih menjamur. “Minta saran dari planologi dan arsitek untuk penataan kota. Tidak ada alasan belajar lagi. Pulang ke rumah, buka baju putih itu, segera tancap gas,” perintahnya.

Kepala Biro Otonomi Daerah Setda Sumsel Amsin, menambahkan, UU nomor 8 tahun 2015 yang merupakan revisi UU No 22 tahun 2014 menyatakan, jika masa pemerintahan yang baru tersisa lebih dari 18 bulan maka Walikota terlantik berhak memilih Wawako. Harnojoyo melanjutkan masa pemerintahan lebih dari 18 bulan lagi ke depannya.

“Dua nama calon wakil akan diusulkan oleh partai pengusung. Nantinya usulan itu disampaikan ke Walikota Palembang dan dibawa ke DPRD Kota Palembang. Dari DPRD Palembang keluarlah satu nama dan diajukan ke Gubernur Sumsel yang kemudian mengajukan ke Kemendagri untuk disahkan,” katanya.

 

Tugas berat

Harno menyadari tugasnya semakin berat jelang Asian Games 2018. Palembang harus menjadi Kota yang membawa nama baik Indonesia di hadapan dunia. Ia janji akan tancap gas membangun Palembang lebih baik lagi.

“Sebenarnya bukan hal baru lagi, karena tugas Walikota sudah saya jalani setahun lebih menjadi pelaksana tugas. Hanya saja dengan dilantik menjadi Walikota definitif semakin mantap menjalankan program kerja ke depan,” kata Harnojoyo.

Apa yang akan dilakukan ke depan, Harno mengaku akan fokus pada program pemerintahan dan berkoordinasi dengan Gubernur untuk menyukseskan Asian Games. “Akan terus berkoordinasi untuk menyukseskan Asian Games, karena Palembang membawa nama baik Sumsel sekaligus Indonesia di mata internasional,” kata Harno.

Soal Wakil Walikota, kata Harno, kriterianya tidak muluk-muluk yang penting biasa diajak kerja sama. “Tidak usah muluk-muluk yang penting bisa kerja sama, sebab biasanya kader yang diajukan adalah kader terbaik. Paling penting bersama-sama membangun Palembang,” tegasnya.

Terkait ruangan kerja baru yang sebelumnya ditempati Romi Herton, Haro mengaku tidak akan menempatinya, sebab dirinya sudah nyaman di tempat saat ini. Hanya saja untuk rumah dinas akan pindah secepatnya, saat ini sudah ada persiapan dan tinggal pindah saja.

Pascapelantikan Harnojoyo, bursa Wakil Walikota mulai menjadi perhatian. Sejumlah partai pengusung sepakat siapapun wakilnya harus bisa bekerja sama dengan Walikota definitif sehingga roda pemerintahan berjalan.

Ketua DPD PDIP Sumsel Giri Ramanda menilai sebagai partai besar dan pengusung pasangan Romi Herton-Harnojoyo, PDIP belum mengeluarkan satu nama kandidat.

“Kita tunggu prosesnya, saat ini belum ada nama-nama yang disiapkan, nanti daftar internal buat pernyataan, lalu diserahkan ke Jakarta untuk disetujui,” katanya.

Wakil ketua DPC Demokrat Palembang Mulyadi memastikan kemungkinan besar pihaknya tidak akan mengusulkan Wakil Walikota Palembang. #ren/osk/idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penanganan Banjir di Kota Palembang Harus Fokus

Palembang, BP Banjir yang di terjadi di kota Palembang beberapa hari yang lalu nampaknya tidak pernah tuntas dibenahi oleh Pemerintah ...