Home / Pendidikan / Siswa Tetap Harus Berlajar di Rumah

Siswa Tetap Harus Berlajar di Rumah

Palembang, BP

8a3b6cdbbb27bb72fe4f2090d9951540_1Akibat dari kabut asap yang semakin pekat di sebagian wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang mengeluarkan instruksi untuk memberi libur sejak, Kamis (10/9) hingg Sabtu (12/9), untuk siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) baik swasta maupun negeri. Karena pemberitahuan secara mendadak, maka banyak siswa dan orangtua yang kembali pulang ke rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs Widodo, MPd, mengatakan, diknas sudah mengirimkan surat edaran resmi ke seluruh kabupaten/kota di Sumsel terkait dengan penanganan kabut asap yang terdiri dari tiga poin.

“Silahkan kepada pihak dinas kabupaten/kota untuk mengelola dengan baik arahan penanganan kabut asap yang berdasarkan tiga poin dalam surat edaran tersebut,” ujar Widodo saat ditemui pada acara Wisuda Mahasiswa Universtias PGRI, Kamis (10/9).

Ia juga menjelaskan, isi tiga poin kebijakan dari provinsi meliputi pertama bagi sekolah yang tidak terkena dampak kabut asap maka bisa melakukan aktivitas belajar mengajar. Kedua, bagi sekolah atau wilayah yang terkena dampak namun masih bisa ditoleransi (belum berbahaya) maka wajib menggunakan masker. Ketiga, apabila sudah membahayakan maka sekolah bisa meliburkan dengan cara Fakultatif atau diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.

“Infromasi dari BMKG bahwa ada tiga wilayah yang kondisinya parah sekali kabutnya mulai dari Palembang, OKI hingga MUBA dimana kabut asap di tiga kota ini terhitung pekat hingga pukul 10.00 pagi. Maka dari itu bisa menerapkan kebijakan Fakultatif (belajar di rumah),” bebernya.

Lebih Lanjut Widodo mengatakan, siswa yang diliburkan atau disuruh belajar di rumah tidak boleh sampai menganggur akibat tidak sekolah. Namun mereka tetap belajar seperti biasa di rumah masing masing dan tentunya sudah diberikan tugas oleh pihak sekolah. Sehingga saat masuk tugas tersebut bisa dibahas secara bersama-sama.

“Tidak ada libur, mereka tetap harus belajar di rumah. Sekolah harus memberikan tugas, hal ini karena untuk mengantisipasi kekurangan waktu belajar para siswa, sebab ada aturan dalam satu tahun siswa harus memenuhi target jam waktu belajar,” bebernya.

Oleh sebab itu, Widodo mengimbau, untuk setiap orangtua bisa memahami kebijakan yang dilakukan pihak dinas pendidikan. Diharapkan para orangtua bisa memberikan pengawasan kepada anak mereka agar tidak berkeliaran di luar rumah terutama saat tidak masuk sekolah.

“Kami minta kepada seluruh orangtua bisa mengontrol dan mengawasi sang anak. Ini kan kebijakan lokal yang kita terapkan, mohon orangtua dapat menahan anak agar tidak keluyuran baik di mall ataupun di jalan dengan memakai seragam sekolah,” jelasnya.

#adk

 

x

Jangan Lewatkan

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di KI Meriah

Palembang, BP–Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang menggelar kampanye 16 hari Anti kekerasan Terhadap perempuan tahun 2017, di Kambang Iwak, Palembang, ...