Home / Headline / Wildansyah Dipaksa Menepi

Wildansyah Dipaksa Menepi

Palembang, BP

Bek sayap Sriwijaya FC (SFC), Wildansyah, dipaksa menepi di partai babak delapan besar karena akumulasi kartu.

Pemain yang menyumbang satu gol ke gawang Persatuan Sepakbola Lamongan (Persela) di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (jatim), Rabu (9/9) itu, telah mengantungi dua kartu kuning.

“Kalau sudah mengantongi dua kartu kuning maka akumulasi,” ujar Sekretaris PT Sriwijaya Optimisi Mandiri (SOM) Faisal Mursyid.

Baca:  Tim Joma Batal Datang

Sampai dengan partai akhir SFC di Grup B, hanya ada satu pemain yang mengantungi dua kartu kuning.

Wildansyah yang mantan pemain Pelita Bandung Raya (PBR) itu mendapatkan kartu kuning pertamanya saat melawan Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC) 1 September lalu. Kartu keduanya didapat saat melawan Persela.

Selain Wildansyah, pada pertandingan melawan Persela, masih ada satu pemain lagi yang menerima kartu kuning, yakni Talouhu Abdul Musafri. Tapi striker andalan SFC itu masih aman karena dari tiga pertandingan timnya, hanya satu kartu kuning didapatnya.

Baca:  Wildansyah Keluhkan Nyeri

Selain Musafri, pemain SFC yang juga terkena kartu kuning di partai sebelumnya adalah Syakir Sulaiman dan Fathur Rahman. Dua pemain itu mendapatkan kartu kuning saat melawan Arema Cronous, Sabtu (5/9) lalu. Dua pemain itu melakukan pelanggaran keras pada pemain Singo Edanwildansyah.

Satu pemain lagi yang sudah mengantungi kartu kuning adalah Titus Bonai. Striker asal Papua tersebut mendapatkan kartu kuning saat melawan PSGC di partai perdana Grup B.

Baca:  SFC Akan Main Habis-habisan

“Kami belum lihat lagi siapa saja yang sudah mendapatkan dua kartu kuning dan tak bisa bermain di babak delapan besar,” kata Faisal.#zal

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Apriyadi: Tahun 2018 Piala Adipura Harus Kembali ke Muba

Sekayu, BP–Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin targetkan meraih kembali piala adipura ke-12 pada tahun 2018, yang mana gagal pada tahun 2017 ...