Home / Headline / Sumsel Terus Tekan Titik Api

Sumsel Terus Tekan Titik Api


Jakarta, BP

Kebayoran Lama-20150905-01371Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengatakan, Provinsi Sumatera Selatan telah dan akan terus melakukan berbagai upaya untuk menekan titik api sehingga ke depan tidak ada lagi masalah kabut asap.
Hal tersebut dikemukakan Alex Noerdin usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanggulangan Memburuknya Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ad Interim yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, serta lima gubernur –Sumsel, Jambi, Riau, Kalbar, dan Kalteng– di kantor Kementerian Kehutanan dan KLH, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Sabtu (5/9).
Rapat koordinasi itu digelar dalam rangka Operasi Darurat Kabut Asap yang dicanangkan pemerintah. Gubernur ditunjuk sebagai penanggung jawab pemadaman asap dan membuka posko 24 jam. “Sebagai penanggung jawab, gubernur akan menerima laporan setiap hari tentang titik asap dan yang berkaitan dengan asap,” kata Alex.
Khusus di Sumsel, lanjut Alex, pada tanggal 26 Februari lalu, pemerintah provinsi beserta seluruh jajaran terkait sudah menyatakan tanggap darurat asap. Dan Pemprov Sumsel pun sudah membangun posko di samping Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. “Jadi kita di Sumsel sudah sangat siap, semua fasilitas sudah ada. Helikopter, pesawat Cesna, sudah kita siapkan,” kata Alex.
Berkaitan dengan lalu lintas udara yang mengganggu sebagian wilayah di Sumatera, Alex optimis Sumsel masuk dalam kategori aman. “Sebagai bukti, SMB II tidak pernah ditutup, penerbangan haji normal, Indeks Pencemaran Udara normal, semua baik-baik saja di Sumsel,” lanjut Alex.
Yang menjadi pertanyaan, lanjut Alex, mengapa masih terjadi kebakaran? “Perlu teman-teman wartawan tahu, yang kebakaran itu bukan hutan, melainkan semak belukar dan lahan gambut. Tidak dibakar saja bisa terbakar, ini yang harus menjadi perhatian,” kata Alex.
Untuk meminimalisir masalah lahan gambut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sudah membangun beberapa titik skat kanal. “Skat kanal sudah dimulai, tetapi terbentur masalah dana. Alhamdulillah, dalam rapat koordinasi tadi sudah disepakati, masalah dana akan ditanggulangi pemerintah pusat,” kata Alex.
Selain pembuatan skat kanal, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga melakukan pendekatan kepada masyarakat. Sebagai contoh, di Ogan Ilir, bupati bersama camat dan kepala desa memberikan perhatian khusus. “Ini yang kami lakukan, sehingga ada kepedulian masyarakat terhadap wilayahnya,” urai Alex.
Terakhir, Alex juga menyampaikan bahwa pendekatan hukum harus ditegakkan. Bagi yang membakar lahan, akan dikenakan sanksi tegas. “Gagasan Kapolri dalam rapat tadi kami apresiasi, sehingga akan ada efek jera bagi masyarakat,” tutup Alex.
Sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada rapat terbatas mengenai kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, memerintahkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ikut membantu mengatasai kebakaran lahan dan hutan yang kini semakin parah.
Panglima TNI diperintahkan untuk mengerahkan pasukannya memadamkan api yang membakar lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan, sementara Kapolri diminta untuk memperkuat penegakan hukum. Rapat terbatas itu dihadiri Kepala BNPB Syamsul Maarif, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono. #rif

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...