Home / Pendidikan / Mulai Tahun Ini, Pensiunan Boleh Jadi Dosen

Mulai Tahun Ini, Pensiunan Boleh Jadi Dosen

Palembang, BP

Permasalahan kekurangan dosen di perguruan tinggi sudah menjadi masalah utama yang dihadapi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia. Kebutuhan akan tenaga pengajar pendidik mahasiswa merupakan masalah nasional yang terjadi setiap tahun. Oleh sebab itu mulai tahun 2015, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan mengeluarkan kebijakan bagi yang memiliki ijazah S2 namun sudah pensiun bisa menjadi dosen PTS.

Direktur Jenderal Kelembagaan Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan dari Kemenristek Dikti Dr Ir Patdono Suwigyo, Meng, Sc, mengatakan, permasalahan ini terjadi setiap tahunnya sesuai aturan rasio dosen untuk program eksakta 1:25 hingga 1:30, sementara program sosial 1:40 hingga 1:45 sehingga jumlah dosen yang kurang semakin banyak.

Oleh sebab itu, upaya dilakukan Kemenristek Dikti dalam menutupi kekurangan dengan memberikan kewenangan perguruan tinggi untuk mengangkat dosen tetap non PNS yang digaji melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN). Hanya saja, kebijakan tersebut terkendala UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dalam waktu dekat Kemenristek Dikti, akan mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi kekurangan dosen di PTN dan PTS, dengan cara merekrut pensiunan untuk jadi dosen. Jadi dengan adanya kebijakan ini mulai tahun depan PTN dan PTS tidak akan lagi kekurangan dosen,” kata Patdono Suwigyo kepada BeritaPagi, Kamis (3/9).

Ia juga menjelaskan, selama ini profesi dosen belum menjadi pilihan utama bagi orang yang mengantungi ijazah strata 2 (S2) karena mereka lebih memilih pekerjaan lain. Kondisi ini kemudian dijadikan dasar bagi Kemenristek memanfaatkan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang memenuhi syarat untuk direkrut menjadi dosen. Baik dari Pemda maupun BUMN serta kesehatan untuk bisa diangkat menjadi dosen.

“Para pensiunan ini nantinya akan mendapatkan Nomor Induk Dosen Nasional Khusus (NIDNK). Dengan harapan, standar nasional perguruan tinggi berupa rasio jumlah dosen dengan mahasiswa bisa terpenuhi,” ujarnya.

Dalam pengimplementasian kebijakan tersebut, pemerintah akan membuat Peraturan Menteri (Permen) terkait NIDNK yang akan diterbitkan pekan depan. Dengan begitu, civitas akademika baik negeri maupun swasta bisa bisa merekrut dosen dari kalangan pensiunan PNS.

“Jika tidak terjadi perubahan nantinya akan dicari kebijakan lain,” tegasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, selain hal tersebut pihaknya mencoba membuat solusi dosen tetap non PNS. Bagi PTS pertumbuhan perguruan tinggi, program studi semakin pesat. Kondisi ini memberikan akses kepada masyarakat untuk menempuh pendidikan lebih tinggi.

“Hal ini memicu jumlah mahasiswa ikut bertambah. Sedangkan PTS menghadapi kendala merekrut dosen untuk mengajar di lembaganya,” bebernya.

#adk

 

x

Jangan Lewatkan

Lagi, Diksar Mahasiswa Memakan Korban

Palembang, BP– Musibah meninggalnya mahasiswa di Palembang akibat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) kembali terjadi. Kali ini, menimpa Haris Faudy mahasiswa ...