Home / Hukum / Amran Terima Putusan 15 Tahun

Amran Terima Putusan 15 Tahun

Palembang, BP
amranMeski telah meminta keringanan hukuman melalui nota pembelaan, namun vonis yang dijatuhkan kepada Amran (30) terdakwa kasus tindak pidana pembunuhan tetap sama dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Atas putusan 15 tahun penjara dari majelis hakim yang diketuai Deson Togutorop, terdakwa terlihat sempat mengangkat tangan pertanda ucapan permintaan maaf kepada keluarga korban yang menyaksikan jalannya persidangan.

Dengan mata dan wajah memerah, terdakwa tak lagi memanfaatkan waktu untuk pikir-pikir selama satu pekan dari majelis hakim, melainkan terdakwa yang tercatat sebagai warga Jalan KH Azhari, Lorong Palapa, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini langsung menerima putusan tersebut.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, sebagaimana yang diatur dan diancam dalam pasal 338 KUHP,” ujar Deson, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (1/9).

Usai pembacaan amar putusan oleh majelis hakim, terdakwa yang sebelumnya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizki Nuzli Ainun dengan pidana penjara selama 15 tahun, langsung dievakuasi petugas guna menghindari emosi keluarga korban, yang terlihat masih belum menerima perbuatan yang dilakukan terdakwa.

Sedangkan dari fakta persidangan diketahui aksi pembunuhan tersebut terjadi di rumah korban Idham di Jalan Mitra Haji, RT37, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, pada 7 April lalu.

Bermula saat terdakwa keluar dari rumahnya di Jalan KH Azhari, Lorong Palapa, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan SU I dengan tujuan untuk mencari uang pinjaman, dengan membawa sebilah senjata tajam jenis badik.

Setelah sampai di sebuah warung sekitar lokasi kejadian, terdakwa mengambil sejumlah uang tanpa sepengetahuan pemilik warung. Namun saat hendak pergi terdakwa dikejar pemilik warung yang baru mengetahui perbuatannya.

Karena merasa bersalah, terdakwa berusaha kabur ke arah jalan raya, lalu masuk ke dalam pekarangan belakang rumah korban dengan cara memanjat korban dan saat itu juga korban sedang berada di pekarangan rumah.

Lalu korban mendekati terdakwa dan memintanya pergi, namun pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang jahit ini malah masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan ucapan korban dan pada saat di dalam rumah korban memukulnya menggunakan potongan kayu.

Mendapat perlawanan, terdakwa pun langsung menusukkan senjata tajam ke pinggang kiri serta bagian perut. Serta langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian. Namun sebelumnya sempat mengacungkan pisau ke arah warga yang hendak menolong.

Hingga akhirnya terdakwa berhasil ditangkap serta diserahkan ke pihak yang berwajib dan korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan, namun meninggal dalam perjalanan karena kehabisan darah.

#ris

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pelapor Kasus Korupsi Dapat Hadiah dan Perlindungan

Jakarta, BP–Anggota MPR Arsul Sani mengatakan, Peraturan Pemerintah (PP) No. 43 Tahun 2018 yang mengatur pelapor kasus korupsi dan suap ...