Home / Headline / Mengejar Titik Api, Tinggalkan Anak Istri

Mengejar Titik Api, Tinggalkan Anak Istri

  • Bupati OKI ​ Ikut Turun ​Pantau Titik Api

111SUDAH tiga pekan ini Ngatmansyah bersama 10 orang rekannya yang tergabung dalam regu I Posko Penanggulangan bencana asap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir berkemah di Lebak Sepucuk Kayuagung. Istri dan tiga orang anaknya terpaksa ditinggal berhari hari demi tugas negara memadamkan api yang membakar lebih dari 700 hektare hutan sepucuk. .

Lebak sepucuk yang dulunya berisi tanaman purun yang bernilai jual setidaknya menjadi tikar purun akhir akhir ini  berubah menjadi lautan asap. Kawasan inilah yang terus menerus dipantau Ngatmansyah dan rekan rekan berseragam orens. Muncul kepulan asap dari arah manapun jadi kejaran mereka.

Jika titik api dekat dengan badan jalan tugas mereka sedikit ringan. Katakanlah sejauh jangkauan selang mereka masih bisa bersantai memadamkan api. Tapi jangan bilang ketika api terlihat jauh ditengah. Untuk masuk berjalan di lebak gambut bahaya bisa mengancam nyawa karena kedalan gambut sukar dikira.

”Kalau lebaknya dalam salah mrlangkah bisa kecebur di dalam bara api,” ujarnya berkisah.

Ribhan, rekan sekerja Ngatmansyah juga termasuk dalam tim pasukan  mengatasi kebakaran lahan mrngungkap hal yang sama. Menurutnya, bahaya ada dimana mana. Terutama kepungan asap.  Begitu terlihat titik api musuh utama mereka adalah kepulan asap yang  membuat mata perih.

”Asapnya bikin perih mata. Tapi kita maju terus.  Mudah mudahan kedepan ada peralatan canggih yang bisa mengatasi musim asap ini,” pintanya.

Memanglah pasukan anti asap ini bertugas dan bekerja keras pada musim kemarau dan musim kebakaran lahan saja. Pada suasana aman mereka bertugas bergantian. 2 minggu masuk 2 minggu lainnya off. Namun jika sudah datang musim kebakaran seluruh energi dikerahkan.

”Pulang ke rumah hanya sebentar. Anak istri ditinggal untuk mengejar asap,” kicaunya menghibur diri.

Kebakaran lahan dan hutan diwilayah kabupaten OKI belakangan kian menjadi jadi. Petani pembakar lahan yang kerap dijadikan kambing hitam munculnya asap tampaknya semakin terkambing hitamkan. Bayangkan  saja hampir setiap hari pada sepuluh hari belakang terjadi kebakaran.

Dua hari terakhir lahan kosong di kelurahan Perigi membara dari petang hingga menjelang magrib. Warga yang tinggal di perumahan sekitar lokasi sangat rsah takut api melalap rumah.  Belum lagi wilayah sepucukpemerintah setempat terus berupaya maksimal mengatasi kebakaran lahan dan hutan di wilayah ini.

Bahkan Bupati OKI, Iskandar, SE, Selasa (1/9) kemarin ikut turun bersama petugas Damkar memadamkan si jago merah di Lebak Sepucuk Kayuagung.

Terik yang luar biasa siang kemarin, ditambah panasnya area kebakaran tampak tak lagi dihiraukannya. Kedatangan orang nomor satu di Bumi Bende Seguguk ini juga untuk memberikan semangat kepada petugas pemadam yang beberapa pekan terakhir terus berjibaku memadamkan kebakaran lahan di sepucuk. Ia juga meminta kepada perusahaan untuk ikut memadamkan api.

“Saya minta pihak perusahaan juga turun memadamkan api. Petugas kita akan terus siaga di lahan terbakar ini” Pinta Iskandar kepada beberapa perwakilan perusahaan di Sepucuk.

Sejauh ini, Pemerintah daerah, dan Pemerintah Provinsi Sumsel  kata Iskandar, telah berupaya maksimal mengatasi kebakaran lahan dan hutan

“Kita sudah berbuat maksimal. Jauh hari, kita telah menyebarkan maklumat Kapolda berisikan pelarangan membakar lahan dan hutan, serta sanksi yang diberikan apabila ditemukan pelaku pembakaran. Akan tetapi, dampak El Nino yang melintasi Sumsel juga di luar kemampuan kita,” jelasnya.

‎Dari keterangan Kepala BPBD OKI, Azhar kendala dalam memadamkan api adalah sulitnya menjangkau titik api yang berada jauh dari jangkauan petugas pemadam, sulitnya pasokan air, serta arah angin yang berubah-ubah.

“Kita sulit menjangkau api yang ada di tengah-tengah lahan, selain itu pada tengah hari seperti ini arah angin berubah-ubah sehingga petugas sulit mengantisipasi arah asap dan api” ungkap Azhar. Meski demikian menurutnya timnya tak gentar dan akan terus berusaha memadamkan api yang menghanguskan sebian besar lebak sepucuk Kayuagung.

​ ​Dikatakan Azhar timnya telah berhasil memadamkan sebanyak 112 Ha dari 700 Ha areal lebak sepucuk yang terbakar.​ #amrina rosyada

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jalan Provinsi, Gedung Sekolah, Guru Honor Dan Rumah Sakit Daerah Butuh Perhatian

Palembang, BP Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Askweni mengatakan, Sumsel masih membutuhkan perbaikan jalan provinsi, gedung sekolah, rumah ...