Home / Headline / Paman Perkosa Keponakan Sendiri

Paman Perkosa Keponakan Sendiri

DIAMANKAN - Tersangka Rasyid saat diamankan petugas.

DIAMANKAN – Tersangka Rasyid saat diamankan petugas.

Banyuasin, BP

Sungguh keji perbuatan tersangka Rasyid (54), warga Aguscik Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Ia tega menyebuhi keponakannya sendiri, sebut saja Bunga, yang baru berusia 14 tahun.

Parahnya lagi, persetubuhan sedarah itu sudah dilakukan adik ayah korban tersebut sejak korban masih duduk di bangku kelas 6 SD hingga kini kelas delapan SMP.

Aksi biadab tersangka Rasyid terbongkar berkat bantuan guru korban yang curiga lantaran tersangka kerap kali menjemput korban di sekolah dengan cara memaksa. Setelah didesak, korban mengaku kerap kali berhubungan intim dengan pamannya tersebut di bawah ancaman.

“Selama ini korban itu pulang sekolah sendiri, tidak pernah dijemput. Ketika dijemput pamannya, ia terlihat ketakutan,” kata Yoni Rizki, guru korban.

Pria yang mengajar di salah satu SMP di Kota Palembang itu, merasa heran dengan tingkah laku korban yang terlihat ketakutan. Ia pun mengorek informasi dari korban. “Betapa terkejutnya kami mendengar penjelasannya jika dia selama ini diperkosa oleh pamannya,” katanya.

Kemudian, ia melanjutkan, pihak sekolah meminta tolong anggota TNI yang kebetulan mengantar anaknya ke sekolah untuk membawa korban pulang ke rumahnya. Saat tiba di rumah korban, tersangka memaksa menarik korban sehingga terjadilah tarik menarik antara tersangka dan anggota TNI itu.

“Anggota TNI bernama Pak Pendi itu langsung mengamankan paman korban dan diserahkan ke Polsek,” katanya.

Para guru kemudian melaporkan kejadian tersebut ke keluarga korban, dan keluarga korban pun melanjutkan laporannya ke Unit PPA Polres Banyuasin.

Berdasarkan keterangan kakak ipar korban, Anton, tersangka Rasyid telah memperkosa korban sebanyak tujuh kali.

“Pertama kali waktu kelas 6 SD di kebun karet dan terakhir pada Kamis lalu (27/8) di belakang Musala,” ujarnya.

Ia mengaku tidak menyangka tersangka yang masih ada hubungan darah dengan korban tega melakukan tindakan sebejat itu. “Tersangka itu sudah dianggap ayah sendiri oleh korban, karena ayah korban sudah lama meninggal dunia,” tukasnya.

Pada Jumat (28/8) lalu, petugas unit PPA Polres Banyuasin menjemput tersangka di Polsek Talang Kelapa untuk pemeriksaan lebih lanjut dan langsung dijebloskan ke sel tahanan unit PPA.

Di hadapan wartawan, tersangka mengakui telah memperkosa korban selama kurun waktu 3 tahun terakhir. “Pertama kali di kebun, sudah sering sekali saya lakuin sama dia. Terakhir yang saya ingat itu di belakang Mushola, saya paksa dia di atas motor,” akunya.

Tersangka yang jarak kediamannya berkisar 20 meter dari rumah korban, enggan berbicara alasan sampai dia memperkosa keponakannya itu.

“Maaf, Mas, kepala saya pusing ditanya soal itu,” elaknya.

Kapolres Banyuasin, AKBP Julihan Muntaha, SIk melalui Kasat Reskrim Agus Munandar membenarkan telah mengamankan tersangka yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap korban yang masih berusia 14 tahun. Tersangka dijerat dengan UU No 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak. “Tersangka diancam dengan hukuman penjara 15 tahun,” singkat dia. O mew

x

Jangan Lewatkan

Ketua DPRD Sumsel Baca Puisi Kemanusiaan

Palembang, BP Koalisi Masyarakat Puisi Palembang meluncurkan antologi puisi ‘Luka Kemanusiaan untuk Rohingya’ yang diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Indonesia. Peluncuran ...