Home / Olahraga / Sumsel Butuh Venue Bela Diri

Sumsel Butuh Venue Bela Diri

Palembang, BP

Hampir seluruh venue ada di kawasan Jakabaring Sport City (JSC), kecuali venue bela diri. Ironis, mengingat Sumatera Selatan kini dikenal sebagai provinsi olahraga di mana nyaris seluruh venue tersedia dengan fasilitas bertaraf internasional pula.

“Venue bela diri belum ada di JSC. Kita harapkan itu segera berdiri,” kata Anggota Satgas Sumsel Cemerlang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Sanusi, Minggu (30/8).

Dia berharap venue bela diri dapat segera dibangun untuk melengkapi fasilitas yang ada di JSC. Apalagi, cabang olahraga bela diri terus mengalami perkembangan. Setidaknya ada sembilan cabang bela diri, yakni pencak silat, taekwondo, karate, wushu, tinju, kempo, anggar, tarung derajat, dan Muaythai.

“Dilihat prestasinya, cabor-cabor itu sangat berpotensi mempersembahkan medali bagi Sumsel, tapi sayang venuenya belum ada,” katanya.

Masih kata dia, dengan adanya venue beladiri, atlet dapat konsisten berlatih. Mereka tidak perlu lagi cari-cari pusat latihan.

“Selama ini kan mereka latihan masih di jalan, tidak ada tempat bagus. Kalau Pemerintah memberi perhatian serius, bukan tidak mungkin prestasi olahraga beladiri Sumsel akan makin meningkat,” ujarnya.

Pengamat Olahraga Sumsel Djumadin Syafril mengakui, venue bela diri memang sudah saatnya berdiri di Sumsel.

Apalagi provinsi ini belakangan kerap menggelar event olahraga bertaraf internasional, mulai dari SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013, ASEAN University Games 2014, serta event lainnya. Jakabaring pun sudah dikenal sebagai kawasan olahraga dengan segala venue yang dimilikinya. “Saya rasa Sumsel membutuhkan venue bela diri,” ujarnya.

Jika ini terealisasi, maka venue tersebut harus benar-benar dimaksimalkan. Jangan sampai digunakan jika ada event saja.

“Cabor yang rutin melakukan pembinaan atlet, seperti bulutangkis, atletik, menembak, senam, dan dayung. Sementara yang lain, hampir tak ada aktivitas. Venue hanya dihuni petugas keamanan saja,” ujarnya mengkritik.

Venue yang dimaksud, seperti venue bisbol dan sofbol, akuatik, tenis, petanque, sepatu roda, panjat tebing, dan voli pantai.

Seharusnya dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang ada di Kompleks JSC, semua pihak mulai dari Pengprov setiap cabor seharusnya bisa meningkatkan prestasi atletnya secara maksimal.

“Kita jangan hanya bangga karena memiliki venue-venue berstandar internasional. Ada tanggung jawab untuk pembinaan kepada atlet-atlek lokal potensial yang kita miliki,” tutur Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sumsel itu.

Dia juga menyebutkan, kendala pembinaan atlet yang ada di Sumsel ini yakni latar belakang masyarakatnya belum gemar olahraga.

Cerminan sukses atau tidaknya pembinaan ini akan terlihat dari jumlah klub-klub yang ada dari setiap cabor. Dari klub-klub inilah nantinya akan didapatkan bakat-bakat muda potensial.

“Pengurus provinsi cabang olahraga berperan besar untuk mengajak tokoh-tokoh pecinta olahraga mendirikan klub bagi anak-anak maupun remaja. Dengan demikian, olahraga akan semakin digemari dan otomatis muncul talenta-talenta, yang ke depannya bisa jadi aset bagi Sumsel,” pungkasnya. O zal

x

Jangan Lewatkan

16 Negara Asia Ramaikan Takraw Asian Games 2018

Palembang, BP– Pesta olahraga bangsa-bangsa Asia yang bakal digeber di Ibukota Jakarta dan Bumi Sriwijaya 2018 mendatang kini terus mengalami ...