Home / Pendidikan / Mau Kuliah Murah, Hanya di Stiper Sriwigama

Mau Kuliah Murah, Hanya di Stiper Sriwigama

Palembang, BP

sriwigama_20150614_114031Sejak didirikan pada tahun 1993, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Sriwigama menjadi salah satu-satunya kampus di Sumatera Selatan yang menyelenggarakan Program Studi (Prodi) Perkebunan, Budidaya Hutan dan Agribisnis. Seluruh prodi tersebut dilandasi karena daerah sumsel sangat akan sumber daya alam berupa hutan dari perkebunan sehingga diperlukan tenaga-tenaga ahli yang mampu untuk mengelolanya bagi pembangunan daerah khususnya dan negara umumnya.

Sejak pertama didirikan, kampus yang beralamat di Jalan Demang Lebar Daun, Demang IV, Lorok Pakjo Palembang ini, tidak banyak berubah. Tidak memiliki gedung bertingkat tetapi sederhana dan fokus untuk meningkatkan kualitas lulusannya sesuai dengan bidangnya. Bahkan, kampus ini adalah tempat berhimpunnya mahasiswa wong cilik dengan biaya murah dan kualiltas lulusan yang diutamakan.

“Kami tidak mementingkan fasilitas yang istimewa, tetapi kami lebih memilih kesederhanaan. Percuma fasilitas wah, tetapi bayaran perkuliahannya mahal tak semua orang mampu berkuliah mahal. Oleh sebab itu dengan biaya per semester Rp12 juta, para mahasiswa khususya kalangan menengah ke bawah itu bisa mengenyam pendidikan sarjana. Terkadang kami dikenal dengan tempatnya mahasiswa wong cilik,” kata Ketua Stiper Sriwigama Palembang Ir H Sudirman Tegoeh, MM, kepada BeritaPagi, Minggu (30/8).

Ia menjelaskan, kendati dengan fasilitas dan tempat berhimpunnya wong cilik ini, sudah menghasilkan lebih dari 364 alumni. Hampir 80% alumni mampu bersaing dan dapat diterima bekerja, baik di sektor swasta maupun pegawai negeri sipil (PNS), serta menjadi pegawai/karyawan di lingkungan kehutanan, pertanian, perkebunan dan lain-lain.

“Memang kebanyakan yang menimba ilmu pada Stiper ini sendiri kalangan menengah ke bawah, dengan uang kuliah yang murah dan bisa diangsur hingga empat kali dalam satu semester,” ujarnya.

Selain itu juga Stiper sriwigama sendiri lebih memfokuskan para mahasiswanya lebih ke pratikum, sehingga diharapkan para mahasiswa nantinya memang memahami betul semua mata kuliah melalui pratikum. Bahkan, menggunakan sistem pemagangan selama 3 bulan di instansi atau di perkebunan serta di balai penelitian.

“Selama mereka magang itu betul-betul menerapkan teori yang didapat selama kuliah dengan teknologi, serta tehnis pelaksanaan di lapangan sehingga mereka betul-betul memahami. Jadi kami memang membentuk mahasiswa yang memang siap pakai. Oleh sebab itu, para alumni ini setiap kompetisi penerimaan pekerjaan hampir semuannya diterima, terutama di sektor perkebunan dan kehutanan,” bebernya.

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, spesifikasi khusus dalam Stiper Sriwigama ini ada dua di antaranya, mengarah ke teknologi perkebunan dan kehutanan. Padahal, kebutuhan tenaga-tenaga pengguna yang siap pakai di Sumsel masih sangat minim.

“Banyak universitas yang masuk dalam program pertanian, tapi untuk siap pakai itu memang tidak banyak. Oleh sebab itu kami memfokuskan para alumni yang mampu menguasai teori maupun praktik,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, untuk Stiper Sriwigama dalam waktu dekat akan memiliki akreditasi B, yang sebelumnya itu Akreditasi C dari BAN-PT. Mudah-mudahan dengan Akreditasi B nantinya kepercayaan masyarakat lebih tinggi.

“Sebetulnya akreditasi itu lebih mengarah ke kepercayaan bukan kualitas. Kalau kualitas biar pun selama ini akreditasi C kami sudah dipercayai oleh masyarakat. Saat ini bagaimana caranya memberikan kepercayaan pada masyarakat,” pungkasnya.

#adk

x

Jangan Lewatkan

Pemira UIN Memanas, Puluhan Mahasiswa Geruduk Gedung Rektorat

Palembang, BP– Jelang pergantian kursi kepemimpinan Dema UIN Raden Fatah Palembang masa bakti 2017-2018, dinamika politik pun semakin memanas. Bahkan, ...