Home / Hukum / Tak Bisa Berdiri Usai Divonis 7 Tahun

Tak Bisa Berdiri Usai Divonis 7 Tahun

Palembang, BP

BP/HARIS SURAPTO TERTEGUN-Terdakwa Tomo hanya bisa tertegun saat divonis majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (27/8).

BP/HARIS SURAPTO
TERTEGUN-Terdakwa Tomo hanya bisa tertegun saat divonis majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (27/8).

Meski hukum yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), namun Tomo (38) terdakwa kasus pencabulan masih tidak dapat menerima, bahkan tak bisa lagi berdiri dari kursi pesakitan.

Dalam amar putusan yang dibacakan Sri Djoko Sungkowo selaku hakim ketua perkara ini, perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 76E, Jo Pasal 82 Undang undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

“Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun, dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan, serta pidana denda sebesar Rp100 juta, subsider tiga bulan penjara,” ujar Djoko, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (27/8).

Atas putusan ini, dirinya melanjutkan terdakwa berhak menolak dengan mengajukan banding atau pikir-pikir selama dalam waktu satu pekan ke depan.

“Bila selama waktu yang ditentukan tidak menyatakan sikap, maka dianggap menerima dan putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap,” tandasnya.

Namun, setelah berkoordinasi dengan Ahmad Rizal, selaku penasihat hukum Posbakum PN Palembang yang mendampinginya, terdakwa yang sebelumnya dituntut JPU Ursula Dewi dengan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp100 juta tiga bulan penjara ini tak bisa memberikan jawaban dan tetap di kursi terdakwa. Sehingga majelis hakim harus menutup persidangan dan terdakwa masih diberikan kesempatan untuk menggunakan waktu pikir-pikir selama satu pekan ke depan.

#ris

 

x

Jangan Lewatkan

Teroris di Sumsel Berpotensi Bertambah

Palembang, BP–Setelah empat hari melakukan pemeriksaan terhadap 12 terduga teroris di Sumsel yang ditangkap, Minggu (10/12), akhirnya Detasemen Khusus 88 ...