Home / Headline / Lucy Bayar Uang Muka yang Diminta Anggota DPRD Muba

Lucy Bayar Uang Muka yang Diminta Anggota DPRD Muba

 

Jakarta, BP

20150824_221715Bupati Musi Banyuasin (Muba) Pahri Azhari dan istrinya Lucianty, kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi di  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 dan pengesahan APBD 2015 Muba untuk tersangka Ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar.
Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Jakarta, Kamis (27/8) kepada wartawan mengungkapkan, kehadiran Pahri dan istri untuk melengkapi berkas Ketua DPRD Muba.”Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PA dan L,” kata Yayuk.
Pahri dan Lucianty, lanjut Yayuk, juga sudah  ditetapkan sebagai tersangka pada kasus suap Muba. Penetapan itu dilakukan KPK setelah dilakukan pengembangan operasi tangkap tangan di Palembang yang melibatkan anggota DPRD Muba dan dua kepala dinas.
Saat penangkapan empat tersangka, penyidik KPK menemukan uang tunai sekitar Rp2,5 miliar dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas merah marun yang diduga uang suap. Diduga, uang itu adalah suap untuk anggota DPRD dalam pembahasan RAPBD Muba 2015.
Dari informasi yang dihimpun, uang yang disita dikumpulkan secara patungan oleh beberapa kepala SKPD. Mereka yang diduga ikut urunan, yakni Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebesar Rp2 miliar, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya sebesar Rp500 juta, Dispora dan Pariwisata sebesar Rp35 juta, dan Kadinas Pendidikan Nasional sebesar Rp25 juta.
Dana sebesar Rp2,5 miliar merupakan cicilan untuk membayar komitmen dari Rp17 miliar yang diminta DPRD Muba untuk pembahasan LKPJ. Awalnya, permintaan komitmen DPRD Muba sebesar Rp20 miliar atau satu persen dari nilai belanja Kabupaten Muba sebesar Rp2 triliun.
Sebelumnya, sudah ada pemberian Rp2,6 miliar dan Rp200 juta. Dana Rp2,6 miliar menjadi down payment dari komitmen suap Rp17 miliar untuk pembahasan APBD 2015. Sementara, Rp200 juta untuk ‘ketuk palu’ pengesahan APBD Muba 2015 yang disebut-sebut berasal dari sebuah pom bensin di Palembang, Sumsel.
Uang muka itu diduga berasal dari kocek pribadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Lucianty Pahri. Dia tak lain adalah istri Bupati Muba Pahri Azhari. Keduanya sama-sama politikus asal Partai Amanat Nasional (PAN). DP pun sudah mengalir keseluruh anggota DPRD Muba sekira Ferbuari lalu.
Wakil rakyat Muba menerima uang dengan jumlah yang beragam. Sebanyak 33 anggota DPRD Muba menerima masing-masing sebesar Rp50 juta, delapan ketua fraksi masing-masing sebesar Rp75 juta, dan empat Pimpinan DPRD Muba masing-masing sebesar Rp100 juta. #rif

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...