Home / Headline / KPK Periksa 4 Pimpinan DPRD Muba

KPK Periksa 4 Pimpinan DPRD Muba

 

 Jakarta, BP

 

Ketua DPRD Muba, Sumsel, Riamon Iskandar keluar dari Gedung KPK usai diperiksa terkait kasus suap. Kepada wartawan dia sempat tidak mengakui dirinya adalah Riamon, Rabu (26/8). Deni Hardimansyah/Skalanews

Ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar keluar dari Gedung KPK usai diperiksa terkait kasus suap.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua DPRD Musi Banyuasin Raymond Iskandar dan tiga Wakil Ketua, Darwin AH, Islan Hanura, dan Aidil Fitri, Rabu (26/8).

Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait Laporan Keuangan Pertanggungjawaban 2014 dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015.

Usai diperiksa, Riamon berjalan cepat saat wartawan setengah berlari mengejarnya. Mulanya, ia sempat tidak mengaku sebagai Riamon. “Bukan, bukan,” kata dia saat ditanya wartawan soal identitasnya.

Namun, wartawan terus mencecarnya dengan pertanyaan terkait suap DPRD Muba yang menjeratnya sebagai tersangka. Riamon pun akhirnya menjawab singkat. “Ya, diperiksa sebagai saksi Pahri dan Luci,” ujar Riamon.

Berbeda dengan Wakil Ketua DPRD Muba Aidil Fitri. Usai diperiksa, Aidil mengaku, baru ditanya-tanya penyidik soal Lucianty, istri Bupati Muba. “Pertanyaan sekitar perkenalan saja dengan Lucianty,” jawab Aidil.

Tampak ada beberapa orang yang mengawal Aidil saat keluar dari KPK. Sempat terjadi adu mulut saat Aidil dikerumuni dan dicecar pertanyaan oleh awak media.

Terpisah, Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati membenarkan pemeriksaan keempat pimpinan DPRD Muba. “Ya, hari ini (kemarin-red) memang benar keempat unsur pimpinan DPRD Muba menjalani pemeriksaan di KPK sebagai saksi atas tersangka PA (Pahri Azhari) dan LP (Lucyanti Pahri),” ujarnya.

Disinggung kapan KPK akan melakukan pemeriksaan langsung tersangka Pahri Azhari dan Lucyanti Pahri, Yuyuk mengatakan, sampai saat ini dirinya belum mendapatkan daftar saksi atas nama kedua tersangka tersebut.

Terpisah, pimpinan sementara KPK Indriyanto Seno Adji mengatakan, saat ini KPK masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk para Ketua Fraksi DPRD Muba. “Masih pendalaman dugaan keterlibatan setidaknya ketua-ketua fraksinya,” ujar Indriyanto melalui pesan singkat.

Menurut dia, KPK mendalami keterlibatan anggota DPRD Muba lainnya melalui pemeriksaan ketua dan tiga wakil ketua. “Tentang tersangka baru sebagai model legislative crimes, tentunya masih pengembangan terus dari Ketua atau Wakil Ketua DPRD. Apakah ada keterlibatan-keterlibatan keanggotaan DPRD lainnya,” kata Indriyanto.

 

Limpahkan Berkas

 

Sementara itu, berkas perkara dua tersangka Syamsudin Fei dan Fasyar, dilimpahkan JPU KPK ke Pengadilan Tipikor Klas IA Khusus pada PN Palembang, kemarin.

Berkas perkara Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Muba ini langsung diterima panitera muda Tipikor PN Palembang, Cecep Sudrajat.

Saat pelimpahan terlihat tim JPU KPK membawa satu koper warna merah berisi berkas perkara. Sedangkan kedua tersangka sudah menempati sel tahanan Rutan Klas IA Pakjo Palembang.

“Dalam pelimpahan kali ini kita hanya membawa berkas perkara, untuk barang bukti, nantinya akan dihadirkan saat persidangan dilaksanakan,” ujar Ali Fikri, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Menurutnya, persidangan perkara ini dilaksanakan di Pengadilan Tipikor, pada PN Palembang, karena saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan serta kasus suap ini terjadi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Palembang.

“Maka dari itu sesuai dengan pasal 8 dalam Kitab Undang undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), maka persidangan akan dilaksanakan di sini (Palembang-red) dan saat sidang nanti ada dua tim jaksa, dengan jumlah delapan orang,” imbuhnya.

Serta dalam perkara ini kedua tersangka dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a, Junto pasal 18 Undang undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Selain berkas perkara Syamsudin Fei dan Fasyar, pihaknya juga sedang merampungkan penyelidikan dua tersangka lainnya yakni Bambang Kuryanto dan Adam Munandar, selaku anggota DPRD Muba yang sama-sama terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 20 Juni lalu.#arf/ris

 

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...