Home / Hukum / Usai Diajak Jalan, Anak Sekolah Diperkosa

Usai Diajak Jalan, Anak Sekolah Diperkosa

Kayuagung, BP
Dadang Sarsa bin Amanson (20), seorang pemuda yang beralamat di Desa Pedamaran V Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diringkus jajaran Unit PPA Satreskrim Polres OKI, saat nongkrong di kawasan Jakabaring Palembang, Rabu (26/8) sekitar pukul 13.00.

Tersangka Dadang diringkus polisi atas laporan dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, sebut saja Bunga, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Teluk Gelam OKI, yang dilakukan pada Minggu (19/7) sekitar pukul 16.00, bertempat di Perkebunan Karet di kawasan Danau Teluk Rasau, Kecamatan Pedamaran OKI.

Sejauh informasi yang berhasil dihimpun,  dugaan pemerkosaan tersebut bermula saat korban Bunga dan pelaku Dadang berkeliling dengan sepeda motor Kawasaki Ninja, karena memang saat masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri. Sekitar pukul 4 sore, pelaku mengarahkan kendaraannya ke kawasan perkebunan karet, yang tak jauh dari kawasan Danau Teluk Rasau Pedamaran.

Di tempat inilah, kedua pasangan muda-mudi yang baru jadian satu minggu sebelumnya ini memadu kasih layaknya orang berpacaran, mulai dari berpegangan tangan, berpelukan hingga ciuman dan akhirnya pelaku mengajak korban untuk bersetubuh. Namun langsung ditolak karena korban merasa takut. Akan tetapi, saat tersangka mengancam akan meninggalkan korban sendirian di tempat tersebut, akhirnya korban luluh sehingga tanpa disadarinya langsung menurunkan Jeans Levis dan celana dalamnya sebatas lutut.

Tidak ingin membuang waktu lama, pelaku yang nafsu syahwatnya sudah di ubun-ubun langsung menindih korban di semak-semak perkebunan karet. Selang beberapa menit, pelaku selesai melampiaskan nafsu setannya. Selanjutnya, korban kembali dibonceng dan diantarkan pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, rupanya keduanya disambut oleh kakak korban, yang langsung memukuli pelaku bertubi-tubi karena mengajak korban hingga pulang menjelang adzan Magrib.

Menurut tersangka Dadang saat dimintai keterangan di ruang Unit PPA Satreskrim Polres OKI, dirinya bukan lari dari tanggung jawab, namun karena takut dengan kakak korban dirinya tidak lagi menemui kekasihnya.

“Saya sebenarnya ingin bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan terhadap pacar saya. Tapi saya takut ke rumahnya, pulang agak telat saja sudah dipukuli, apalagi sampai mengaku telah melakukan hubungan badan,” ujarnya dihadapan polisi.

Tersangka juga menyangkal jika dirinya pergi ke Palembang untuk menghilang dari tuntutan korban.

“Bukan karena masalah ini saja, saya sering kok ke Palembang, karena ada keluarga dari bapak. Saya berjanji akan bertanggung jawab, saya juga ingin orangtua mendampingi untuk melamar dia (korban –red),” ungkapnya seraya mengaku persetubuhannya dengan korban baru kali pertama dilakukan.

Sementara itu, Kapolres OKI melalui Kasat Reskrim, AKP Dikri Olfandi SE MM didampingi Kanit PPA, Ipda Tuswan menegaskan, pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002. “Ancamannya kurungan penjara minimal 5 tahun dan denda Rp5 miliar,” tegas nya.ros

x

Jangan Lewatkan

Teroris di Sumsel Berpotensi Bertambah

Palembang, BP–Setelah empat hari melakukan pemeriksaan terhadap 12 terduga teroris di Sumsel yang ditangkap, Minggu (10/12), akhirnya Detasemen Khusus 88 ...