Home / Headline / Status Kualitas Udara Palembang Berbahaya

Status Kualitas Udara Palembang Berbahaya

IMG_4919
Palembang, BP
Tebalnya kabut asap di Kota Palembang, Rabu (26/8), mempengaruhi kualitas udara hingga mencapai status berbahaya. Pemantauan partikulat meter nilai baku mutu mencatat kualitas udara mencapai titik terburuk yakni 365,85 PM10 mikrogram/m3 diatas ambang wajar yakni 150 mikrogram/m3.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Kenten Palembang Indra Purnama mengatakan, pihaknya memantau perubahan partikulat meter dan setiap jam selalu ada data terbaru mengenai kualitas udara. Indra menjelaskan, pagi tadi kecepatan angin melemah dan suhu dingun mengikat partikel debu kabut asap sehingga menumpuk di udara.

“Menurut teknis rekaman data, radius alat partikulat meter BMKG ini memiliki radius kurang lebih 50 Km atau mewakili Palembang. Meski sempat memburuk pada pagi hari, namun menjelang siang dan petang berangsur baik dan menurun ke kategori sedang,” jelasnya, Rabu (26/8).

Nilai Kategori Partikulat PM10 yakni, 0-50 status baik, 50-150 sedang, 150-250 tidak sehat, 250-350 sangat tidak sehat, dan lebih dari 350 berbahaya.

Kasi Mutu Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan Atep Radiana mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan kualitas udara menggunakan alat impinger dan total suspended partikular (TSP) untuk menghitung kadar elemen yang ada di dalam udara.

Setelah mengambil sampel, pihaknya membawa sampel ke laboratorium untuk menentukan kualitas udara. Hingga saat ini, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palembang masih dalam kondisi sedang yakni 150 mikrogram/m3 atau disimbolkan dengan warna kuning.

“Nanti ISPU-nya akan diketahui setelah melakukan menakaran di laboratorium,” tambahnya. Saat ini, Palembang masih dalam standar sedang dengan nilai 147 mikrogram/m3.

Kondisi baik dengan rentang 0-50 disombolkan dengan warna hijau, kategori sedang rentang 51-100 dengan warna biru. Bila kualitas udara sudah buruk, ditandai dengan warna kuning yang artinya berada di rentang 101-199. Sangat tidak sehat rentang 200-299 berwama merah, dan terakhir kategori berbahaya dengan rentang 300-500 berwarna hitam.

Dia menjelaskan, kondisi udara pada pagi dan sore hari cenderung memburuk saat ada kabut asap karena partikel kabut asap terikat suhu udara yang dingin dan menyebabkan udara lebih buram dibandingkan dengan siang hari yang suhunya lebih panas.

Kualitas udara di Palembang ditentukan berdasarkan parameter beberapa elemen udara seperti sulfur dioksida (SO2), ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), carbon monoxide (CO), dan particulate matter 10 (PM10).  Pemantauan parameter kualitas udara mengacu dari Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara

Berdasarkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel sebagai koordinator tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, sebelumnya pihak BLH Sumsel melakukan pengecekan kualitas udara sebanyak tiga hari dalam seminggu, sesuai jumlah titik api yang terpantau.

Namun saat ini pihaknya akan sudah akan melakukan pengecekan kualitas udara setiap hari pada waktu kerja. “Dengan ini kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas di ruangan terbuka. Apabila terpaksa untuk melakukan aktifitas di ruanngan terbuka, pakailah masker,” imbaunya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Sumsel telah membagikan 15.000 masker kepada masyarakat di beberapa titik Kota Palembang, yakni di Simpang Charitas, Simpang Polda, Kamboja, dan di Pemprov Sumsel, kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Dra Lesty Nuraini mengatakan, pihaknya menggandeng puluhan mahasiswa Sekolah Akademik Kesehatan untuk mengantisipasi akibat kabut asap.

“Sebelumnya kami sudah memberikan penyuluhan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota untuk sosialisasi menggunakan masker saat di ruangan terbuka. Jangan membakar sampah sembarang dan seminimal mungkin tidak keluar rumah pada pagi, sore dan malam hari,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan dirinya sudah berusaha maksimal untuk meminimalisir asap di Sumsel.

“Sumsel menargetkan zero asap tahun ini. Kita pun sudah habis-habisan. Tapi begini (masih ada asap-red) padahal kita sudah berusaha maksimal. Kita lihat besok (hari ini-red) akan saya panggil seluruh instansi terkait,” tuturnya.

Ia mengatakan, target tanpa asap tahun ini adalah target konkrit agar ada yang bisa dicapai. Alex mengakui sudah ada lahan gambut yang terbakar dan masih banyak masyarakat yang bandel membakar lahan dan hutan, padahal sudah maklumat Kapolda Sumsel sudah dikeluarkan sejak lama.

“Kami pun sudah akan memberikan sanksi kepada pelaku-pelaku pembakaran. Namun wilayah Sumsel yang sangat luas hanya bisa kita pantau melalui satelit, dan banyak area yang tidak bisa dilalui melalui jalan darat. Jadi memang pengawasan kita pun tidak sempurna,” akunya.

Selain itu, peralatan yang masih terbatas pun membuat pengawasan terhadap area yang terbakar tidak terpantau seluruhnya. Peralatan yang disiapkan hanya bisa untuk jarak pendek.

“Ini bukan mengeluh ya, tapi kenyataannya seperti ini. Sekarang kita fokus waterbombing untuk padamkan titik api, jalan darat, serta pengawasan pun terus dilakukan,” tandasnya. #idz

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...