Home / Headline / SKPD Diminta Antisipasi Keterlambatan Pembangunan Konstruksi

SKPD Diminta Antisipasi Keterlambatan Pembangunan Konstruksi

01-1

Sekayu, BP
Pengalaman pembangunan sejumlah sarana gedung yang tak rampung menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Bidang Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan, menggelar rapat koordinasi (Rakor) persiapan pelaksana monitoring kegiatan konstruksi Tahun 2015. Rapat yang dipimpin Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir H Sulaiman Zakaria digelar di ruang rapat BAPPEDA Kabupaten Muba, Selasa (25/8).

Sulaiman mengatakan   rapat untuk memastikan agar pelaksanaan monitoring kegiatan pembangunan berjalan dengan baik dan sesuai dengan target. Dia juga mengingatkan kepada SKPD yang ditunjuk untuk mendampingi agar bekoordinasi dengan baik, serta mengantisipasi agar pelaksanaan pembangunan khususnya di bidang konstruksi tidak terjadi keterlambatan.

“Time scedule agar tidak dirubah, jangan sampai terjadi lagi kontrak habis tepat di akhir tahun tutup anggaran, sehingga membuat terbengkalai pembangunan. Oleh karena itu tempatkan SDM yang memang benar dibidangnya agar tidak terjadi kesalahan dalam mengatur/menyatakan time scedule nya,”Tukas Asisten II.

Kepala BAPPEDA Muba Ir Akmal Edy mengatakan  perkembangan alokasi kegiatan fisik/konstruksi Pemkab Muba tahun 2011 hingga 2015 mencapai 90 persen di tahun 2014 kemarin. “Dalam pelaksanaan ini, mari kita bersama-sama melihat dan memonitoring ke lapangan,  kepada petugas pendamping yang telah ditunjuk untuk senantiasa berkoordinasi antar sesama tim monitoring”,jelasnya.

Beberapa kendala pelaksana monitoring tahun 2014  meliputi, belum optimalnya koordinasi antara tim monitoring terpadu dengan petugas pendamping dari SKPD penanggung jawab kegiatan, petugas dari SKPD penanggung jawab kegiatan yang mendampingi turun ke lapangan tidak mengetahui detail lokasi dan pekerjaan. Banyaknya pekerjaan yang harus dipantau dengan jumlah personil tim monitoring yang terbatas dan kemampuan teknis yang belum merata, serta adanya kecenderungan dari tim monitoring untuk memantau kegiatan yang lokasinya mudah dijangkau.

Hasil pelaksana monitoring kegiatan konstruksi tahun 2014 menunjukkan progres fisik di lapangan tidak sesuai dengan yang dilaporkan, ketidaksesuaian judul atau nama pekerjaan di lapangan dengan DPA, dan masih banyak ditemukan kegiatan yang tidak memasang papan nama pekerjaan. Selain itu permasalahan kepemilikan lahan dan tanah yang belum tuntas, ketidaktetapan pemilihan lokasi pembangunan (lokasi tidak layak), pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar spesifikasi/RAB/gambar dan ada beberapa yang tidak/belum dilegalisasi oleh SKPD teknis yang berwenang juga menjadi kendala.

Kegiatan monitoring konstruksi meliputi APBN, APBD dan DAK. Kawasan monitoring mencakup 14 kecamatan dalam kabupaten, dengan total kegiatan yang akan dimonitoring berjumlah 449 paket di 19 SKPD dalam Kabupaten Muba.#arf

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

1.048 Bacaleg Daftar KPU Sumsel

Palembang, BP Sebanyak 1.048 nama bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) DPRD Sumsel periode 2019-2024, resmi mendaftar ke KPU setempat, hingga ...