Home / Hukum / Anggota DPRD Muratara Diseret ke Pengadilan Karena Ijazah Palsu

Anggota DPRD Muratara Diseret ke Pengadilan Karena Ijazah Palsu

Palembang, BP

BP/HARIS SUPRAPTO SIDANG-Terdakwa A Bastari Ibrahim saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (25/8).

BP/HARIS SUPRAPTO
SIDANG-Terdakwa A Bastari Ibrahim saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (25/8).

A Bastari Ibrahim (54) anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) periode 2014-2019, yang terjerat perkara dugaan penggunaan ijazah palsu menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (25/8).

Dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Munandar dijelaskan peristiwa ini terungkap setelah terdakwa melengkapi berkas administrasi persyaratan dalam mencalonkan diri menjadi calon anggota legistalif dari Partai Hanura di KPU Musirawas.

Maka sejak 2013 terdakwa telah menyiapkan legalisir Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Musirawas mulai dari tingkat SD hingga SMA. Sehingga semua berkas administrasi terpenuhi.

Selanjutnya semua berkas tersebut diserahkan terdakwa kepada KPU untuk diproses. Lalu pada saat proses penyaringan, terdakwa memperoleh suara terbanyak dengan mata pilih sebanyak 5.500 suara. Sehingga pada 29 September 2014 terdakwa resmi dilantik sebagai anggota DPRD Muratara.

Akan tetapi surat yang digunakan oleh terdakwa, antara lain STTB SD Negeri 39 Palembang diragukan kebenarannya. Yakni adanya perbedaan desain cap, nomor STTB tahun 1973 milik terdakwa diawali angka satu, sedangkan yang sebenarnya diawali angka tiga.

Serta perbedaan penambahan nama pada kolom tanda tangan guru kelas tidak ada. Sehingga dari hasil pemeriksaan secara laboratories kriminalistik disebutkan fotocopy STTB SD bukti QD adalah non identik dengan ijazah pembanding.

“Dengan demikian perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP,” ujar JPU, kemarin.

Usai mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, majelis hakim yang diketuai Parlas Nababan menunda persidangan dan kembali akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

“Sidang hari ini (kemarin-red) kita tunda dan kepada jaksa penuntut untuk menghadirkan saksi pada persidangan selanjutnya,” tandasnya.

#ris

x

Jangan Lewatkan

Petani Tewas Ditembak Pencuri

Muarabeliti, BP–Diduga memergoki aksi pencurian, Koni (49) tewas dengan luka tembak di dada dan luka bacok di kepala. Peristiwa yang ...