Home / Hukum / Polisi Gagalkan Perdagangan Manusia

Polisi Gagalkan Perdagangan Manusia

BP/RIO ADI PRATAMA PERDAGANGAN MANUSIA-Yuli Mulyani, tersangka perdagangan manusia saat diamankan petugas di Mapolsek Sukarami Palembang, Senin (24/8).

BP/RIO ADI PRATAMA
PERDAGANGAN MANUSIA-Yuli Mulyani, tersangka perdagangan manusia saat diamankan petugas di Mapolsek Sukarami Palembang, Senin (24/8).

Palembang, BP

Anggota Polsek Sukarami Palembang berhasil menggagalkan perdagangan manusia yang menimpa dua anak baru gede (ABG) berinisial Sm (16) dan Ne (18) asal Jawa Barat yang dilakukan oleh Yuli Muyani (29), seorang kasir di salah satu kafe yang berada di Kampung Baru Palembang.

Tersangka yang merupakan warga Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, berhasil diamankan petugas, di Jalan Kolonel H Burlian, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami Palembang, persis di depan Taman Hutan Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Minggu (23/8), sekitar pukul 22.00.

Menurut keterangan korban Sm, saat dijumpai di Mapolsek Sukarami Palembang, Senin (24/8), awalnya ia dan temannya Ne bertemu pelaku di Kampung Cipiyem, Kecamatan Bojong Picing, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat dan langsung ditawarkan bekerja di toko yang berada di Kota Palembang.

“Saat itu kami berdua mau izin dengan orangtua, tetapi kata Teteh (panggilan tersangka-red) tidak perlu izin, nanti uangnya saat gajian ditransfer ke orangtua kami. Kemudian kami berdua ikut Teteh,” ujar Sm sembari menundukkan kepalanya.

Masih dikatakan Sm, yang merupakan warga Kampung Rawa Duku, Kecamatan Gunung Hala, Kabupaten Bandung Barat, dalam perjalanan ke Kota Palembang mereka menggunakan transportasi air. Namun, saat itulah ia dan Ne baru diberitahu oleh Teteh bahwa akan bekerja di kafe.

“Setelah di kafe, kami disuruh Teteh mandi dan melayani tamu. Tetapi, kami berdua sesudah mandi langsung mencari alasan untuk beli pulsa dan dipinjamkan sepeda motor Teteh. Saat pergi itu kami menemui polisi yang berada di pos polisi Tanjung Api-api dan melaporkan hal ini,” kata Sm.

Sementara itu, tersangka Yuli mengaku sudah setahun bekerja di salah satu kafe yang berada di Kampung Baru Palembang sebagai kasir. Saat dirinya pulang kampung bertemu Sm dan Ne dan langsung menawari bekerja di kafe.

“Saya tidak berbohong, memang dari awal sudah saya tawari bekerja di kafe. Gajinya Rp1 juta per bulan, tetapi kalau melayani pria ya saya tidak tahu, tergantung pengunjung ingin memberi berapa,” jelas ibu tiga anak ini.

Ia membantah hendak menjual kedua ABG tersebut kepada pria hidung belang yang mengunjungi kafe tempat ia bekerja.

Terpisah, Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Nurhadiansyah, didampingi Kanit Reskrim Iptu Heri mengatakan, pihaknya berhasil membongkar perdagangan manusia ini berawal ketika kedua korban melarikan diri dari kafe yang berada di Kampung Baru.

“Kami akan mengembangkan kasus ini dan akan melakukan koordinasi dengan Mapolsek Cianjur. Akibat ulahnya, tersangka akan dikenakan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” pungkas Nurhadiansyah. # rio

x

Jangan Lewatkan

Inderalaya, BP — Lagi,  anggota kepolisian makin aktif dalam pemberantasan penyebaran narkoba dan penanggulangan kejahatan jalanan, kali ini jajaran Polsek Pemulutan ...