Home / Headline / Ratusan Massa Sobli-Toha Kepung KPU OI

Ratusan Massa Sobli-Toha Kepung KPU OI

Inderalaya, BP

Ratusan massa pendukung jalur perseorangan pasangan Ir H Sobli dan Prof Dr Taufik Toha mengepung dan mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir (OI), Jumat (21/8), guna menolak dilaksanakannya rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual dukungan pasangan calon perseorangan mereka meminta diloloskan pasangan Sobli-Toha.

Mereka sengaja datang karena protes kepada IMG_20150821_172836KPU. Dalam aksinya, massa berteriak menuntut keadilan KPU OI dalam melakukan verifikasi suara yang diperoleh pasangan perseorangan sehingga lolos dalam pemilihan bupati

     Massa berkumpul di depan pintu gerbang Gedung KPU OI. Sedangkan di dalam Gedung KPUD sendiri, tengah berlangsung sidang pleno verifikasi terbuka untuk menentukan siapa saja balon calon peserta pilkada 9 Dessember mendatang. Tampak koordinator pendemo dari H Sobli-Taufik Toha, Yaprudin, sendirian masuk ke dalam Gedung KPU.

     Petugas mengizinkan Yaprudin masuk ke dalam gedung untuk mengikuti pleno verifikasi terbuka tersebut, karena tidak membawa teman-temannya.
“Kami datang ke sini hanya menuntunt keadilan untuk meloloskan calon kami, semua persyaratan dan berkas yang dibutuhkan telah kami berikan untuk meloloskan H Sobli-Taufik Toha ke Pilkada Ogan Ilir,” tutur Yaprudin, Koordinator Massa.

   Menurutnya ada pihak-pihak yang mencoba menggagalkan pasangan bakal calon ini ke dalam pertarungan di pesta demokrasi lima tahunan, Pemilukada Ogan Ilir Desember mendatang.

   “Ada penyelenggara Pemilu berhati Fir’aun, berhati bejat yang sengaja menggagalkan pasangan calon ini. Ini baru babak penyisihan, belum bertarung ada apa ini,” ungkap Yaprudin.
Mengenai siapa yang berada di balik itu, Yaprudin belum bisa memberitahukan siapa dalang di balik drama bersambung itu. #hen

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...