Home / Headline / Penghadang Truk Batubara Digulung Empat Ditahan

Penghadang Truk Batubara Digulung Empat Ditahan

 

Muaraenim, BP
Rambang Dangku-20150820-00390Petugas gabungan Polres Muaraenim berhasil membubarkan puluhan masyarakat yang melakukan penghadangan truk batubara di jalan Lintas Desa Niru, Kecamatan Rambang Dangku,Kabupaten Muaraenim, Kamis (20/8) sekitar pukul 20.30. Dalam pembubaran itu, petugas berhasil mengamankan 4 orang warga yang kedapatan membawa senjata tajam dan narkoba jenis sabu sabu serta pil ekstasi.
              Aksi pembubaran yang melibatkan anggota Reskrim, Sabara dan Intel itu dipimpin langsung Kabag Ops Polres Muaraenim, Kompol Andi Kumara. Pembubaran itu dilakukan petugas, karena aksi penghadangan itu dilakukan warga karena sudah mengarah kepada tindakan kriminal. Puluhan warga ini diduga telah meminta sejumlah uang kepada para pengemudi truk tersebut.
                Adapun empat warga yang diamankan tersebut yakni Teri Amalson (45), warga Lorong Lematang, Kelurahan Pasar Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Yang bersangkutan diamankan karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu sabu dan pil ekstasi di lokasi penghadangan truk batubara tersebut.
              Dari tangannya petugas berhasil menemukan barang bukti berupa satu paket sabu sabu ukuran besar seharga Rp1,5 juta, dua butir pil ekstasi  warna biru  dan satu buah timbangan digital.
               Kemudian Alek Iskandar (37) dan Saproni (41), keduanya warga Jalan Kapten Abdullah, Kelurahan Mangga Besar, Prabumulih Utara serta Epan Julkarnain (29), warga Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Dangku. Ketiganya diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau. Kini keempat tersangka berikut barang buktinya telah diamankan di Mapolres Muaraenim untuk menjalani pemeriksaan intensif.
             Kapolres Muaraenim, AKBP Nuryanto Sik melalui Kabag Opsnya, Kompol Andi Kumara didampingi Kasubag Humasnya, Iptu Arsyad, ketika dikonfirmasi, Jumat (21/8) membenarkan adanya pembubaran paksa penghadang truk batubara dan mengamankan empat orang. “Aksi penghadangan yang mereka lakukan pada intinya melakukan pungli kepada para sopir truk batubara yang melintas,” jelas Kompol Andi.
             Menurutnya, ada tiga titik aksi penghadangan yang dilakukan kelompok masyarakat untuk meminta uang kepada pengemudi truk batubara dibubarkan secara paksa. Aksi penghadangan pertama terjadi di jalan lintas Desa Gunung Megang, Kecamatan Gunung Megang.#nur
x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...