Home / Sumsel / Banyuasin / Meriam Peninggalan Penjajahan Jadi Sarang Semut

Meriam Peninggalan Penjajahan Jadi Sarang Semut

DSC_3684

Banyuasin, BP

Meriam kuno sisa peperangan zaman penjajah silam menjadi rongsokan dan sarang semut di RT 10/Rw 02, Kelurahan Kayuara Kuning, Kecamatan Banyuasin III. Pemerintah seakan enggan menjadikan bukti sejarah itu sebagai cagar budaya.

Sobri, warga setempat yang memiliki meriam tersebut, mengatakan, sebelumnya sudah ada pihak pemerintah yang hendak mengambil meriam itu agar dimasukkan ke musim. Namun, dibatalkan lantaran alasan yang kurang jelas. “Sempat dimasukkan ke mobil, tapi diturunkan lagi tidak jadi dibawa oleh pihak musim. Karena bisa mobil tersebut tidak bisa bergerak setelah meriam diletakkan di mobil,” kisahnya.

Namun setelah itu tidak ada lagi upaya untuk memindahkan benda bersejarah itu. “Bagi kami barang ini mungkin kurang ada gunanya, paling jadi sarang semut. Tapi bila dimasukkan musim saya rasa lebih bernilai,” katanya.

Menurut sepengetahuannya, meriam itu peninggalan Belanda ini telah ditemukan warga sejak tahun 1930 silam.

Pasalnya alat besi tua yang berbentuk bulat dan termakan usia ini, memiliki berat sekitar 70 kilogram dan panjang 70 cm kondisinya sudah berkarat dan tergeletak hanya beralaskan batu yang diletakan didepan halaman rumah warga setempat.

“Pertama kali meriam ini ditemukan oleh alm Bajuri dan rombongan warga, yang tak lain dia adalah buyut kami, di sebuah sungai kecil Kayuara. Saat itu meriam yang diurusnya sudah tiga keturunan ini masih lengkap memiliki roda dua, tapi sayang telah hilang diambil orang,” ungkap Sobri (50) warga setempat.

Sementara itu Lurah Kayuara Kuning Maryati mengatakan, keberadaan meriam ini oleh lurah sebelumnya telah diberitahukan kepada pihak instansi yang terkait. Akan tetapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya.

“Saya berharap pihak instansi terkait tidak dibiarkan seperti itu, karena itu benda bersejarah jadi ditempatkan yang lebih layak,” singkatnya. #mew

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Balar Sumsel Tindaklanjuti Temuan Batu Megalit di Empat Lawang

Palembang, BP Balai Arkelologi (Balar) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) segera menindaklanjuti  penemuan banyak batu megalit di Kabupaten Lahat, Empat Lawang ...