Home / Hukum / Komplotan Pencuri Batre Tower Dibekuk

Komplotan Pencuri Batre Tower Dibekuk

Lubuklinggau, BP

batreJajaran Reksrim Polres Kota Lubuklinggau berhasil membekuk, Albar (21) dan Redi (24), merupakan  dua dari enam kawanan pelaku spesialis pencurian batre tower. Satu pelaku tewas dihajar massa, sedangkan tiga pelaku lainnya melarikan diri. Aksi terakhir yang dilakukan komplotan ini membobol  baterai tower milik Smart Fren di Jl Gunung Sari, RT 03, Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Kedua tersangka warga Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat II ditangkap dirumah masing-masing, Kamis dinis hari (19/8) sekitar pukul 02.00. Dari keduanya diamankan barang bukti (BB) 6 buah baterai carger tower, 1 buah parang warna cokelat, 2 buah linggis, 1 buah tang kakak tua, 1 buah tang kombinasi, 1 buah gunting baja, dan 2 buah rumah kunci dalam keadaan rusak.

“Kita terima laporan pihak provider dan info dari warga sekitar bulan Desember tahun lalu adanya pencurian yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp19 juta,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Ari Wahyu Widodo melalui Kasat Reskrim, AKP Arif Mansyur.

Selanjutnya Polisi melakukan penyelidikan dan mengantongi nama-nama para kawanan pelaku. Dan melakukan pengejaran untuk ditangkap, namun kawanan pencuri sudah keburu kabur meninggalkan daerah Lubuklinggau pergi kearah Jambi. “Setelah buron cukup lama, kita dapat informasi jika dua tersangka pulang ke Lubuklinggau dari pelariannya. Kita langsung tangkap,” bebernya.

Arif Mansyur mengungkapkan jika kawanan pencuri baterai tower provider beraksi sudah 7 kali. Yakni diwilayah Lubuklinggau sudah 6 kali, satu lagi diwilayah STL Ulu Terawas, Kabupaten Mura. “Mereka manjat pagar tower dan merusak pintu baterai Smart Fren,” bebernya.

Sementara pengakuan kedua tersangka, mereka memiliki tugas masong-masing dalam melakukan aksi penmcurian baterai tower provider. Tersangka Albar mengaku jika dirinya bertugas membantu mengangkat baterai tower untuk dipindahkan dan diangkut ke mobil. “Aku cuman bantu ngangkat ke mobil pak,” katanya.

Sepengetahuannya, aksi pencurian baterai tower sudah lebih dari lima kali. Dan dirinya hanya mendapatkan bagian Rp300 ribu yang digunakan untuk belanja kebutuhan sehari-sehari. Dan yang ia ketahui, jika baterai tower provider dicuri tersebut dijual ke Desa Tanjung Sanai, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong. “Dibawa untuk dijual ke Tanjung Sanai, dijual sekilonya Rp8000,” jelasnya.

Sedangkan tersangka Redi mengaku dirinya pengangguran, sudah cerai dengan istrinya dan mempunyai satu orang anak. “Aku cuman tukang anter ke TKP. Habis itu aku pulang lagi ke TKP untuk angkut barang hasil curian. Aku dapat bagian Rp250 ribu,” pungkasnya. #Kur

x

Jangan Lewatkan

4 ABG Terlibat Aksi Begal, Modus-pura-pura Jadi Korban

Palembang, BP–Dengan modal parang dan kayu, empat remaja di bawah umur melakukan perampasan sepeda motor dan ponsel dengan modus pura-pura ...