Home / Hukum / Polisi Amankan Bandar Shabu

Polisi Amankan Bandar Shabu

Sekayu, BP

shabuPanca Gunawan (29) Warga Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diamankan jajaran Satuan reserse narkoba karena memiliki 88 paket kecil shabu seharga Rp.13.5 Juta. Pelaku diamankan dirumahnya, Selasa (19/8) sekitar pukul 00.45 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun penangkapan Panca berawal dari ditangkapnya Kusman Purwata (42) warga Jalan Merdeka RT 25/08 Kedong Reye, Banyuasin. Kusman merupakan bandar yang sering mengambil shabu dari tangan Panca.

Kusman ditangkap di Jalan Palembang-Jambi, tepatnya di Desa Sri Gunung, Kecamatan Sungai Lilin, Muba. Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti (BB) 3 paket shabu-shabu, 1 buah pirek, 1 bungkus permen, dan 1 buah baju kemeja. Setalah menangkap Kusman pada pukul 18.00, dari dirinya didapatkan informasi bahwa ada bandar selain dirinya.

Mendapatkan informasi yang berharga tersebut, Satreserse narkoba langsung bergerak menangkap Yoyon Supriyanto Bin Erizal (30) warga Sungai Lilin Jaya, Kecamatan Sungai Lilin sekitar pukul 22.00 WIB. Dari tangan Yoyon berhasil diamankan BB 1 Paket Shabu, 1 Buah rokok, 1 buah pirek, 2 Buah pipet plastik, 1 buah skop.

Ketika dilakukan pemeriksaan terhadap keduanya, mereka mengakui bahwa barang tersebut berhasil didapatkan dari Panca Gunawan. Tidak butuh waktu lama, pihak kepolisian langsung menangkap Panca dikediamannya. Pada saat dilakukan penangkapan pelaku sedang menadah air untuk mandi. Setelah dilakukan penggeledahan didapatkan 88 paket shabu-sahabu seharga Rp.13 juta rupiah.

Kapolres Muba AKBP M Ridwan SIk melalui Kasat Narkoba Iptu Rudi Hartono mengatakan, penangkapan ketiga pelaku pengedar narkoba ini berkat informasi dari masyarakat. Mendapatkan informasi tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak menangkap mereka. “Ketiga pelaku merupakan bandar yang sering mengedarkan narkoba di wilayah Kecamatan Sungai Lilin. Dengan tertangkapnya ketiga bandar bisa menekan tindak pengedaran narkoba,” kata Rudi ketika dibincangi, Rabu (19/8).

“Mereka bertiga dijerat dengan pasal 114 dan 112, dengan ancaman hukuman 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Panca yang merupakan ayah dari dua orang anak mengakui baru menjual barang haram narkoba tersebut selama dua minggu. Dirinya mendapatkan barang tersebut dari seorang teman yang berada di Palembang . “Saya baru dua minggu pak jual shabu itu, sedangkan shabunya berasal dari teman yang ada di Pasar Kuto, Palembang,” ungkapnya.

#arf

x

Jangan Lewatkan

Teroris di Sumsel Berpotensi Bertambah

Palembang, BP–Setelah empat hari melakukan pemeriksaan terhadap 12 terduga teroris di Sumsel yang ditangkap, Minggu (10/12), akhirnya Detasemen Khusus 88 ...