Home / Hukum / Polres Banyuasin Panggil Pihak Imigrasi Palembang

Polres Banyuasin Panggil Pihak Imigrasi Palembang

Banyuasin, BP
banyuasinKepolisian resort Banyuasin bakal memanggil pihak Kantor Imigrasi Palembang, karena oknum di dalamnya ditengarai ada keterlibatan dalam sindikat human trafiking.

Kapolres Banyuasin AKBP Julian Muntaha melalui Kasat Reskrim AKP Agus Sunandar membenarkan kalau empat orang korban perdagangan manusia asal Nusa Tenggara Timur itu, telah mendapatkan paspor dari pihak imigrasi Palembang. “Namun bukti paspor tersebut belum ada di kami. Untuk kejelasannya kami akan panggil pihak Imigrasi Palembang,” tegasnya.

Karena berdasarkan informasi dari tersangka Yasir (40) yang menjemput empat tersangka di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II dan memberikan KTP palsu yang umurnya sudah dituakan. Karena duo orang korban masih berstatus anak di bawah umur. Dari Bandara, korban langsung dibawa ke kantor Imigrasi Palembang di Jakabaring. “Menurut Yasir, korban sempat berfoto di kantor imigrasi dan mendapatkan Pasport,” katanya.

Paspor tersebut akan digunakan untuk membawa korban keluar Indonesia menuju negara tujuan, tempat mereka akan dijual. “Sejauh ini kami sudah mengantungi dua orang yang mengarah sebagai tersangka,” ujarnya.

Yakni Yasir sebagai sopir yang mengantar jemput korban dan Ely (27) yang menyediakan tempat penampungan di Jalan Panca Karya KM 5 Kecamatan Sukarami untuk mengurung korban. “Kami masih mengembangkan kasus ini, termasuk menyelidiki T yang sudah siap di Jambi menjemput para korban. Kemudian korban akan dikirim ke Batam dan dari sanalah mereka ke luar Indonesia lewat jalur laut,” jelasnya.
Tersangka dijerat pasal berlapis, yakni undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana penjualan manusia, Undang-undang nomor 35 tentang perlindungan anak dan undang-undang nomor 39 tentang penempatan perlindungan TKI di luar negeri. “Dengan ancaman ancaman kurungan 15 tahun, 5 tahun dan 10 tahun,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Badan Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana Banyuasin, Lukman mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap korban dan ikut menggiring perkembangan kasus yang melibatkan perempuan dan anak tersebut.

“Kami sudah rapat dengan pihak kepolisian, informasi dari mereka sudah ada dua tersangka, yakni Y dan E,” jelasnya.
Demi keamanan dan memudahkan penyelidikan kasus ini, empat orang korban diinapkan di Mapolres Banyuasin. “Untuk biaya konsumsi dan akomodasi mereka sampai akhir persidangan nanti ditanggung oleh Pemkab Banyuasin, melalui Dinas Sosial Banyuasin,” paparnya.
Omew

x

Jangan Lewatkan

Petani Tewas Ditembak Pencuri

Muarabeliti, BP–Diduga memergoki aksi pencurian, Koni (49) tewas dengan luka tembak di dada dan luka bacok di kepala. Peristiwa yang ...