Home / Headline / Bukan Rumah Bagus, Tapi Rumah Utuh

Bukan Rumah Bagus, Tapi Rumah Utuh

BP/ARRACHIM GUBERNUR CINTAI VETERAN - Gubernur Sumsel saat bersilahturahmi dengan seluruh Veteran Sumsel dalam acara ramah tamah Kenegaraan yang berlangsung dipendopoan Griya Agung Palembang, Rabu (18/8)

BP/ARRACHIM
GUBERNUR CINTAI VETERAN – Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bersilaturahmi dengan seluruh veteran di Griya Agung Palembang, Rabu (18/8).

             Kemerdekaan tak akan tercapai tanpa jasa pahlawan. Sayangnya, masih banyak pahlawan yang hidup serba tidak layak. Bedah rumah hanyalah sedikit ungkapan terima kasih dari anak cucu kepada para pahlawan.

DENGAN bantuan tongkat di tangan kanannya, Ruslan berjalan ringkih menuju Ruang Serba Guna Griya Agung. Meski renta, tak tampak rasa letih dan susah di wajahnya. Mata yang sayu namun cemerlang, masih menyisakan gambaran semangat hidup pria berusia 85 tahun ini.

Kakek dari tujuh orang cucu dan tiga cicit ini bercerita, pada bulan Agustus memang semangatnya selalu kembali bergelora. Ia teringat pengalamannya saat ikut melawan tentara Belanda pada perang lima hari lima malam di Palembang, 1-6 Januari 1947.

Meski bungkuk, ia merasa bangga mengenakan batik kuning dan topi kuning khas veteran di atas kepalanya. Kebanggaan yang sulit dirasakan oleh generasi muda yang banyak menyia-nyiakan masa kemerdekaan di zaman ini.

Dari dulu hingga kini, Ruslan menjalani kehidupan sederhana bersama keluarganya di bawah naungan rumah berukuran tidak lebih dari 25 meter persegi di wilayah 3 Ulu.

Setiap hari, rumah berdindingkan kayu itu menjadi pelindung sekaligus teman sejati. “Tidak ada lagi istri. Sudah meninggal, saya diurus sama anak satu dengan suami dan juga cucu saya,” tuturnya.

Ia mengaku, meski rumahnya masih bisa berdiri tegak, sudah banyak kurang di sana-sini. Genteng yang bocor, membuat baskom berserakan di lantai rumah kala hujan melanda untuk menampung air agak tidak membasahi lantai. Dinding kayu yang banyak digerogoti rayap, banyak ditambal seadanya menggunakan lembaran triplek.

Meski ia merasa bahwa jasanya begitu berarti bagi bangsa dan negara ini, ia tak pernah berharap muluk-muluk mendapatkan banyak keistimewaan dari gelar pahlawan yang ia sandang.

“Saya butuh rumah utuh, bukan rumah bagus. Jadi kalau ada bantuan dari pemerintah, saya sangat berterima kasih sekali. Itu sudah lebih dari cukup buat saya,” katanya.

Untuk itulah beberapa BUMN bekerja sama dengan Pemprov Sumsel untuk menyejahterakan para veteran seperti Ruslan. Mereka sepakat untuk menyalurkan CSR (corporate social responsibility) di momen kemerdekaan RI, berupa program perbaikan rumah para veteran yang ada di Sumsel.

Akan ada 45 rumah veteran yang tak layak huni lagi yang akan direnovasi. Direktur Utama PT Jasa Marga Ir Adityawarman mengatakan, sebanyak Rp1,8 miliar disiapkan untuk program bedah rumah veteran itu jadi satu rumah mendapatkan Rp40 juta dana renovasi.

Pelaksanaan bedah rumah ini dimulai dalam waktu dekat, diupayakan Agustus ini mulai bangun, dan kelar di Oktober mendatang. Kriteria veteran yang akan mendapat bantuan itu, kata dia, akan dipilih oleh Pemprov Sumsel sesuai pendataan real di lapangan.

Plt Kepala Dinas Sosial Sumsel Belman Karmuda mengatakan, beberapa BUMN akan bekerja sama untuk membantu dalam pembangunan rumah bagi veteran tersebut. Pihaknya segera akan menyiapkan data konkret terkait siapa-siapa yang akan menerima bantuan tersebut.

Pihaknya juga bekerja sama dengan TNI agar membantu dalam pembangunan rumah veteran tersebut. “Namun sebelum itu, kami menginventarisir dulu kondisi rumah veteran di kabupaten/kota di Sumsel agar lebih tepat menyerahkan bantuan bedah rumah tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, dirinya adalah salah satu anak veteran. Oleh karena itu, dirinya fokus menyejahterakan veteran di Sumsel. Saat ini, Pemprov Sumsel memberikan dana tali asih Rp300.000 per bulannya untuk biaya hidup sehari-hari kepada seluruh veteran di Sumsel.

“Pemprov Sumsel pun sudah memberangkatkan 400 orang veteran di Sumsel untuk umrah ke Tanah Suci, sementara 371 lainnya masih dalam proses. Kita berikan dana tali asih karena saya yakin banyak veteran tak memiliki banyak harta. Meski ini temuan BPK, tapi saya akan selalu memperjuangkannya,” tuturnya.

Ketua DPD LVRI Sumsel Robert Siagian menjelaskan, pejuang sesungguhnya adalah di Taman Makan Pahlawan yang sudah merelakan hidupnya demi kemerdekaan negara Indonesia. Tugas generasi muda selanjutnya yakni melanjutkan perjuangannya.

“Kami diperhatikan sekali oleh Pemprov Sumsel. Bapak Alex sudah beri bantuan tali asih dan umroh bagi yang beragama Islam. Mudah-mudahan yang non muslim bisa berziarah dan berdoa di tempat suci agar imannya terjaga dengan baik,” tandasnya. #hafidztjanuar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jalan Masuk Komplek Liverpool II Rusak dan Berlubang

    Palembang, BP . Kondisi jalan poros atau jalan masuk menuju Komplek Perumahan Liverpool II yang terletak di Jalan ...