Home / Pendidikan / Belajar Sejarah Lewat Film Dokumenter

Belajar Sejarah Lewat Film Dokumenter

Palembang, BP

Provinsi Sumatera Selatan memiliki sejarah yang panjang dengan berbagai peninggalannya baik berupa fosil, sisa bangunan kerajaan, hingga peninggalan masa kemerdekaan. Namun sebagian dari peninggalan sejarah ini belum banyak tersentuh, padahal hal ini merupakan identitas bangsa dan sebagai sejarah lokal yang sangat penting untuk diketahui.

Penulisan sejarah lokal bermanfaat untuk memahami dinamika masyarakat lokal dan keterkaitannya dengan loyalitas lain. Terutama untuk menelusuri asal usul perkembangan dari perwujudan budaya lokal guna memahami tradisi yang ada.

“Melalui sejarah lokal dapat dipahami pengetahuan dan kearifan lokal yang telah tenggelam ataupun terbawa arus perubahan. Sebab dengan mempelajarinya, kita dapat meningkatkan wawasan kesejahteraan dari masing masing kelompok yang akhirnya mampu memperluas pandangan tentang kebudayaan di Indonesia,” kata Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Sumsel Dr Farida R, usai mengisi materi dalam Workshop Pembuatan Film Dokumenter Sejarah Sumsel di aula FKIP Unsri Bukit Besar Palembang, Sabtu (15/8).

Ia menjelaskan, sejarah lokal yang sangat penting ini perlu diangkat dalam bentuk penelitian, pengkajian pemaparan, hingga sosialisasi. Dimana sosialisasi dapat dilakukan dengan media eletronik. Salah satunya lewat film dokumenter.

“Perlu sejarah dalam bentuk film dokumenter. Ini tidak terlepas dari perkembangan zaman yang pesat, khususnya teknologi. Film dokumenter ini bisa menjadi media yang efektif dalam memberikan pencerahan dan informasi pengetahuan akan budaya lokal Sumsel terhadap masyarakat umum,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa jurusan sejarah seusai mengikuti workshop ini dapat mengaplikasikan ilmunya dalam bentuk media kreatif informatif dan menarik, yaitu berupa film dokumenter, sehingga materi yang disajikan akan menjadi lebih menarik.

“Kegiatan ini kita tujukan untuk mahasiswa pendidikan FKIP Sejarah Unsri, kemudian diikuti juga oleh mahasiswa FKIP Sejarah Muhamadiyah dan PGRI, serta mahasiswa jurusan SKI Fakultas Arab dan Humaniora UIN Raden Fatah. Kita khususkan karena mereka diharapkan bisa lebih mengerti sejarah lokal,” tukasnya. O adk

 

x

Jangan Lewatkan

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di KI Meriah

Palembang, BP–Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang menggelar kampanye 16 hari Anti kekerasan Terhadap perempuan tahun 2017, di Kambang Iwak, Palembang, ...