Home / Headline / Serba 9.000, Manjakan Lidah Pelanggan Sensasi Minang

Serba 9.000, Manjakan Lidah Pelanggan Sensasi Minang

DSC_0233

Jajakan menu masakan padang seharga Rp9.000 per porsi, Rumah Makan Rajo Raso yang terletak  di Jalan Nusantara Gang Buntu Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) diserbu ratusan pelanggan.

SUYASA Dwipa (42) dan Ismanet (38) merupakan pasangan suami istri yang sudah lebih dari 2 tahun membuka usaha warung makan di daerah tersebut. Jika biasanya rumah makan menawarkan harga yang bervariatif bagi pelanggannya, berbeda dengan mereka. Aneka lauk yang tersedia ditawarkan Rp9.000 per porsi, mulai dari lauk ikan bakar dan goreng seperti baung, nila, patin, selain itu ayam goreng, ayam bakar, rendang, opor, telor, dan sebagainya

Menurutnya, meski menu dengan harga murah meriah, namun pelanggan tak perlu kecewa dengan pelayanan dan rasa masakan karena bikin lidah bergoyang dan perut kenyang. “Kita modal awal Rp20 juta untuk mendirikan rumah makan, membeli peralatan, kalau modal beli lauk setiap hari Rp1 juta untuk omsetnya per hari Rp1,6 juta. Alhamdulillah, memang tipis dapat untungnya tapi lumayanlah namanya juga cari rezeki dari Allah,” ujar Suyasa  kepada BeritaPagi siang ini.

Tak hanya menjual masakan untuk makan siang dan malam, ia juga menjual beragam gorengan seperti tempe, tahu, pisang, minuman jus buah, bahkan menu sarapan serba Rp5.000 per porsi juga dijualnya. Dalam sehari seribu lebih dari 300 porsi mampu dijualnya. Bahkan 20-30 kg beras, 15 kg ikan, 2 kg daging, dan ayam 15 kg dimasaknya.

“Kita memang segmen mahasiswa tapi pelanggan umum juga dilayani. Kita jual murah tapi kualitas masakan tetap yahud. Harga yang murah karena perekonomian lagi sulit,  mahasiswa hanya mengandalkan kiriman dari orangtua, sembako mahal tapi kami tetap semangat. Alhamdulillah tidak ada yang kecewa dengan masakan kami, murah, dan lezat. Salah satu pelanggan yaitu mantan RSUD Kayuagung H dr Hamdan Mahyudin, pelanggan kami setiap hari ke sini karena istrinya jarang masak setelah kami buka rumah makan,” jelasnya didampingi Herman.

Ke depan Suyasa berharap dapat mengembangkan sayap ke bisnis kuliner mobile menggunakan kendaraan tujuannya agar bisa mengantar makanan kepada pelanggan. “Ya inginnya kita mengembangkan sayap ke pelanggan kantoran. Biar bagaimanapun kita ingin segmennya lebih luas,” jelasnya.

Pelanggan mahasiswa IAIN Raden Fatah dan pekerja Sukir dan Robin asal  Desa Betung mengatakan masakan yang disajikan sangat murah selain itu rasanya enak di lidah. “Enak sekali, murah harganya terjangkau. Kalau bisa rasa tetap dipertahankan dan harganya murah,” ujarnya. #henny primasari

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...