Home / Bisnis / UMK Palembang Sulit Ajukan KPR

UMK Palembang Sulit Ajukan KPR

Palembang, BP

Program subsidi bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2015 semakin meringankan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk punya rumah. Selain program uang muka (DP) KPR hanya 1 persen, juga akan ada bantuan DP sebesar Rp4 juta bagi calon pembeli rumah subsidi, juga bunga FLPP hanya 5 persen.

 

Namun, yang terjadi di lapangan pengajuan KPR ini cukup sulit. Berdasarkan informasi yang dihimpun BeritaPagi  ada penerapan standar gaji di atas UMK Palembang. Bahkan, sejumlah masyarakat yang mengajukan KPR harus melakukan mark-up slip gaji hingga Rp3 juta agar pengajuan bisa disetujui.

 

Tidak hanya itu, penerapan uang muka 1 persen untuk MBR hanyalah berupa booking fee alias tanda jadi sekitar Rp1 juta. Jika pun dikemudian hari tidak jadi membeli rumah maka uang tersebut dianggap hangus. “Saya pernah mau mengajukan KPR rumah murah ini, uang muka untuk harga rumah Rp105 juta itu sebesar Rp11 juta, atau sekitar 10 persen, jadi DP 1 persen itu tidak ada,” kata Rohman, salah satu sumber BeritaPagi.

 

Berangkat dari informasi Rohman, sejumlah karyawan swasta yang mengaku pernah akan mengajukan KPR juga mengakui hal yang sama. Total biaya yang harus dikeluarkan hingga akad kredit hingga mencapai Rp16 juta hingga Rp20 juta. “Nggak tau Mas, dari mana sisi kemudahannya, rata-rata developer yang saya tanya penerapan seperti itu,” jelas calon pengajuan KPR lainnya, Lena (43).

 

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Republik Indonesia (RI) Budi Hartono mengaku cukup terkejut. Bahkan menurut dia, UMK Kota Palembang Rp2,053 juta dinilai sudah layak untuk pengajuan KPR rumah bersubsidi ini. #ren

x

Jangan Lewatkan

Perawatan Pasar 16 Ilir Minim

  Palembang, BP — Wajah pusat ritel di Ibu Kota Sumatera Selatan tak sedap dipandang mata. Pasalnya, Pasar 16 Ilir yang ...