Home / Palembang / Operasional Listrik Sampah ‘Alot’

Operasional Listrik Sampah ‘Alot’

 

Palembang, BP

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sudah dimulai pengerjaannya sejak 2014 dengan target penyelesaian Desember 2014 nyatanya hingga kini belum beroperasional penuh. Bahkan hingga saat ini program Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut baru sebatas uji coba.

Kepala Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang Drs Agoeng Nugroho tidak ingin mematok kapan listrik sampah ini bisa operasional penuh namun menurutnya ditarget tahu ini juga. “Tahun ini juga diupayakan bisa beroperasional penuh,” katanya, baru-baru ini.

Untuk saat ini dijelaskan Agung pihaknya tengah mempersiapkan tempat pembuangan akhir yang dilakukan warming up untuk persiapan sebelum operasional. Saat ini dari total 500 kilowatt proses warming up sudah sampai 216 kilowatt.

“Ini terus berjalan kalau 216 kilowatt itu mungkin baru bisa untuk sekitar 10 rumah. Proses warming up ini akan terus dilakukan sampai 500 KW,” kata Agoeng belum bisa pastikan kapan masyarakat bisa menikmati listrik dengan biaya yang terjangkau.

Seperti pernah di wartakan sebelumnya, proyek PLTSa ini menuai banyak kendala. Mulai dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) yang diminta Kementerian ESDM untuk mengelola belum begitu pulih dari ‘cidera’ bahkan merugi karena salah satu unit usaha Bus Rapit Transit (BRT) Trans Musi yang mogok operasional.

Selain itu, kendala operasional pengelolaan dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) juga sempat diakui oleh pengelola sebelumnya, berlangsung alot. Bahkan, kendala juga terjadi soal kerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Rencana bisa menyuplai listrik ke pembangkit dan menghasilkan PAD pun hingga kini masih belum jelas realisasinya.

Sekretaris Dinas Kebersihan Kota Palembang  Mahbuk sebelumnya mengatakan produksi listrik sampah ini akan setara dengan penerangan bagi 200 Kepala Keluarga (KK). “Jadi kemungkinan besar warga yang tinggal di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan yang akan menikmati hasilnya,” kata Mahbuk.

Untuk itu, Pemko Palembang akan menjajaki kerja sama dengan PLN untuk mengelola dan mendistribusikan energi listrik yang dihasilkan ke pelanggan. Penjajakan ini terkait dengan tarif listrik per KWh yang akan dikenakan ke masyarakat berpenghasilan rendah di sekitar TPA tersebut.

Kemudian, nilai beli energi listrik yang disepakati PLN dan Pemko dengan harapan tarif listrik yang bakal dijual ke warga lebih murah dari tarif listrik saat ini. Pembangkit listrik tenaga sampah ini merupakan proyek percontohan pengelolaan sampah yang diberikan oleh Kementrian ESDM.  Saat ini PLTSA Sukawinatan sudah menyelesaikan tahapan konstruksi dan penyetelan peralatan dengan target beroperasi Desember 2015. #ren

x

Jangan Lewatkan

Ratusan Koperasi Tinggal Papan Nama

Palembang, BP — Pertumbuhan koperasi di Kota Palembang terbilang cukup signifikan terutama yang dibentuk oleh masyarakat. Dari total 1082 hampir setengahnya ...