Home / Sumsel / Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Masih Terkendali

Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Masih Terkendali

Palembang, BP
Sekda Sumsel H Mukti Sulaiman memastikan sampai saat ini kebakaran hutan dan lahan di Sumsel masih terkendali dimana  hotspot (titik panas) masih relatif rendah.
Namun diakuinyapada bulan Agustus hotspot di Sumsel memperlihatkan kecenderungan meningkat terutama di kawasan Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muaraenim, Ogan Ilir (OI).
“Karena itu kita lakukan apel siaga untuk meningkatkan kewaspadaan dari perusahaan perkebunan, para petani dan petugas terkait bersinergi untuk meminamilisir kebakaran hutan dan lahan,” katanya saat membuka Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun di Halaman Kantor PTPN VII Distrik Banyuasin Jalan Kol. H. Barlian KM. 9 Palembang, Kamis (13/8).
Turut hadir di antaranya Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD)  Sumsel, Kepala dinas Kehutanan Sumsel, Kepala Dinas  Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumsel, Kasat Pol PP  Sumsel
Untuk sanksi bagi pembakar hutan dan lahan menurutnya kalau disengaja, lokasi terbakar luas dan ada pembiaran maka sangsinya bisa pidana namun jika kelalaian dan jumlahnya tidak besar maka hanya teguran.
“Yang terbakar baru 130 hektar dari total 900 ribu hektar, kalau dilihat itu masih di ambang wajar dan perusahaan perkebunan dari sisi peralatan SDM cukup tersedia dan Dinas Perkebunan senantiasa memantau itu,” katanya.
Untuk revitalisasi lahan terbakar tugas perusahan atau masyarakat setempat.
“Kita lakukan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan sampai hujan, mungkin di September selesai, tapi tidak ada asap, penerbangan tidak terganggu, dan kita dibantu BPPT untuk modifikasi hujan buatan, tapi tetap berpengaruh, lahan pertanian kita kering dibeberapa daerah dimana sumber air baku menjadi sulit di daerah itu kita harap elnino tidak terlampau panjang,” katanya.
Mukti juga mengakui ada 10 perusahaan perkebunan yang telah mendapat teguran pihak Pemprov Sumsel karena lahannya terbakar.
“Lebih banyak kelalaian , mungkin puntung rokok atau apa, dan lahan masyarakat terbakar dan merembet ke lahan perkebunan,” katanya.
Mukti mengakui 10 perusaahaan ini tahun lalu juga mendapatkan teguran dari pihak Pemprov Sumsel karena kelalaian. “Tapi kalau tahun yang lalu lebih besar lagi kalau sekarang ini lebih sedikit,” katanya. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

1.048 Bacaleg Daftar KPU Sumsel

Palembang, BP Sebanyak 1.048 nama bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) DPRD Sumsel periode 2019-2024, resmi mendaftar ke KPU setempat, hingga ...