Home / Hukum / Calo Shabu Terancam Hukuman Mati

Calo Shabu Terancam Hukuman Mati

calo shabu

Gara-gara bertransaksi dengan aparat polisi yang melakukan penyamaran, Helmiansyah Setiawan alias Anca (32) kurir 100 gram shabu terancam dihukum mati. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Syaridupdin, terdakwa dijerat pasal 114 ayat 2, Jo pasal 132 ayat 1 Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Serta pada dakwaan kedua, warga Jalan Kemang II, Kelurahan Waterpang, Kecamatan Lubuklinggau Timur, Kota Lubuklinggau dijerat ini juga dijerat pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana hukuman mati. Menurut JPU, terdakwa bersama dengan Fitriani (berkas terpisah) ditangkap anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, saat berada di RM Pagi Sore, Jalan Ahmad Yani, Lubuklinggau, pada 7 Mei lalu.

Setelah petugas menjalin kesepakatan untuk memesan 100 gram shabu atau seharga Rp100 juta dengan Mut (DPO) yang merupakan seorang bandar, melalui telepon. Kemudian petugas diminta menunggu di lokasi penangkapan, karena akan ada orang suruhannya akan mengantar serbuk setan tersebut. Tak lama kemudian datang dua terdakwa menemui petugas yang menunggu di ruang VIP Rumah Makan tersebut, serta memberikan satu paket kecil shabu seberat 0,200 gram sebagai contoh.

Lalu oleh petugas diajak masuk ke dalam mobil dan saat itu juga langsung dilakukan penggeledahan serta ditemukan bungkusan berisi empat paket shabu seberat 97,34 gram yang diselipkan di pinggang terdakwa. Sehingga kedua terdakwa berikut barang bukti langsung diamankan ke Polda Sumsel guna menjalani pemeriksaan dan diakui jika bsukses bertransaksi terdakwa mendapat keuntungan sebesar Rp5 juta.

Sebelumnya terdakwa dihubungi Fitriani, setelah diberitahu Mut (suami Fitriani) bahwa ada seorang dari Palembang yang ingin membeli shabu sebanyak satu ons. Kemudian terdakwa menyanggupi untuk mencari shabu dan sisepakati harga Rp100 juta. Namun dari bandar yang diketahui bernama Farida (DPO) terdakwa mendapat harga Rp95 juta.

Usai mendengar dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) majelis hakim yang diketuai Masrimal melanjutkan persidangan dengan memeriksa dua orang saksi dari anggota kepolisian.

“Sidang hari ini kita tunda dan akan kembali lanjutkan pekan depan, tetap dengan agenda pemeriksaan saksi yang lain,” ujar Marsiral, kemarin

#ris

x

Jangan Lewatkan

Dikeroyok Pelajar Sekolah Lain

Palembang, BP–Nicolas Beni Pratama (14) dan Andriansyah (14) dibuat babak belur setelah dikeroyok enam pelajar dari sekolah berbeda saat melintas ...