Home / Headline / PT SRMD-SKK Migas Sumsel Bungkam

PT SRMD-SKK Migas Sumsel Bungkam

IMG-20150811-01016

Muarabeliti, BP

Manager Finance and Govermen PT Serelaya Merangin Dua (SRMD) Sarea Oktapea dan SKK Migas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Tirad, memilih bungkam terkait masalah tunggakan PT SRMD kepada Pemkab Mura Rp4,9 miliar kurun waktu 2014 sesuai dengan temuan BPK. Tidak itu saja, kedua petinggi ini menolak berkomentar mengenai kontribusi PT SRMD selama tahun 2015 memakai jalan Pemkab Mura untuk mengangkut minyak mentah memakai road tank. Keduanya langsung buru-buru keluar dari ruang rapat Bina Praja, Selasa (11/8), menuju ke mobil masing-masing.

Saat itu Manager Finance and Governmen PT SRMD Sarea Oktapea cuma mengatakan tanyakan saja ke SKK Migas. “Tanyakan saja ke SKK Migas, sayatidak berhak berkomentar,” jelasnya. Setelah itu didesak dengan berbagai pertanyaan ia memilih bungkam sembari menundukkan kepala menuruni tangga menuju ke mobil.
Begitu juga SKK Migas Sumsel Tirad langsung turun tangga menuju ke mobil.

Untuk diketahui rapat antara Pemkab Mura dan managemen PT SRMD dan SKK Migas dilaksanakan untuk yang ke beberapa kali. Menurut informasi dalam pertemuan itu pemkab Mura meminta kejelasan kepada PT SRMD kapan pembayaran tunggakan dan kontribusi perusahaan selama 2015 memakai jalan Kabupaten. Disepakati Pemkab memberi deadline kepada PT SRMD minggu II September 2015 untuk memberi kejelasan kontribusi 2015 selama memakai jalan kabupaten, apakah berbentuk fisik ataupun materi. Kalau sampai deadline tersebut maka pengangkutan minyak mentah memakai road tank melalui jalan Kabupaten Mura akan dihentikan.

Kadishubkominfo Ari Narsa Js mengakui pertemuan dengan PT SRMD dan SKK Migas sudah merupakan pertemuan yang keberapa kalinya.  Setiap pertemuan selalu tidak membuahkan hasil. Makanya pertemuan Selasa ini kita meminta kejelasan. Apabila tidak ada kejelasan maka jalan kabupaten Mura tidak boleh dilalui road tank pengangkut minyak mentah oleh PT SRMD.
“Pertemuan kemarin kita keras meminta kejelasan. Kalau tidak ada maka jalan untuk pengangkutan minyak mentah akan ditutup. Apalagi pertemuan sebelumnya tidak menghasilkan apa-apa,” tegasnya.
Untuk diketahui dalam pertemuan itu Pemkab meminta kejelasan kontribusi tahun 2014 Rp4,9 M sesuai dengan temuan BPK yang belum dibayar. Kemudian ketegasan kontribusi selama tahun 2015 apakah berbentuk fisik ataupun materi. Kalau untuk kontribusi kurun waktu Januari-Juli Rp3427600.000.
Masih katanya dari. hasil  pertemuan itu. dicapai, bahwa PT SRMD akan membayar tunggakan kontribusi selama 2014 Rp4,9. M pada Desember 2015 mendatang. Sedangkan untuk kontribusi selama kurun waktu 2015 Pemkab memberi deadline minggu II September 2015.
“Apabila dengan tenggat waktu tersebut tidak dipenuhi maka road tank PT SRMD mengangkut minyak mentah tidak boleh melewati jalan kabupaten,”tegasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan jalan yang dilalui road tank pengangkut minyak mentah sekitar 90 KM dari SP 3 Kecamatan Muara Lakitan hingga Stasiun Jene, Kecamatan BTS Ulu.
“Kita keras karena jalan tersebut jalan kabupaten yang diperuntukan bagi masyarakat,” jelasnya.
Perusahaan diperbolehkan memakai jalan dengan ketentuan kalau ada jalan rusak yang dilalui harus diperbaiki. “Boleh tetapi kalau ada jalan rusak yang dilalui harus diperbaiki,” tegasnya. #wan

x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...