Home / Sumsel / Banyuasin / Operasional Pertamina Gas Terancam Dihentikan Paksa

Operasional Pertamina Gas Terancam Dihentikan Paksa

Betung-20150807-01482
Banyuasin, BP
Pertamina Karet diberi waktu 60 hari ke depan untuk melakukan normalisasi sungai dan ganti rugi kebun warga akibat pencemaran tumpahan minyak di Desa Lubuk Karet, Banyuasin. “Jika mekanisme peringatan dan sanksi paksaan tetap tidak diindahkan pihak Pertagas, maka BLH dalam hal ini akan melakukan pembekuan izin operasionalnya,” tegas Kabid Pengaduan Masyarakat BLH Banyuasin Imron saat meninjau lokasi pencemaran, Jumat (7/8).
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan BLH Kabupaten Banyuasin bersama BLH Provinsi Sumatera Selatan didampinggi pihak Pertagas, diketahui minyak yang mengalir ke lahan milik warga tersebut termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).  “Sesuai PP No. 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun, limbah B3 dapat mencemari lingkungan,” katanya.
Sementara itu Rianto (50), warga setempat yang kebun karetnya rusak terkena limbah mengatakan, pencemaran itu terjadi sejak 12 Juli lalu dan baru diketahui warga seminggu kemudian setelah banyak pohon karet mati digenangi minyak, dan sungai juga tercemar. “Kami sudah lapor ke pihak Pertagas, janjinya akan ganti rugi. Tapi hingga kini belum ada respon. Bila Pertagas tetap tidak punya itikad baik, kami akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum,” katanya. #mew
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pelantikan Ketua DPRD Sumsel Tunggu SK Kemendagri

Palembang, BP Kapan pelantikan Ketua DPRD Sumsel belum dapat dipastikan. Pasalnya hingga kini, sekretaris DPRD Sumsel belum menerima Surat Keputusan ...