Home / Sumsel / Serapan APBN Untuk Sumsel di Bawah Indikator Nasional

Serapan APBN Untuk Sumsel di Bawah Indikator Nasional

  • Indikator Nasional 40 Persen, Sumsel 33 PersenPalembang, BP
    Serapan dana APBN dan APBD di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pemerintah Kabupaten/Kota, dan sejumlah lembaga strategis di Sumsel masih rendah dan dibawah indikator nasional.

    Hingga triwulan II tahun anggaran 2015, serapan anggaran baru mencapai 33 persen, lebih rendah dari indikator kinerja utama nasional yang sebesar 40 persen.

    Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Sumsel Sutyawan mengatakan, rendahnya penyerapan disebabkan oleh beberapa hal, antara lain perubahan nomenklatur pada sejumlah Kementerian atau lembaga serta akibat masalah-masalah tertentu di beberapa daerah.

    Seperti soal pembebasan tanah dalam proyek-proyek infrastruktur yang terhambat sehingga tak berlangsung mulus dalam pelaksanaan kegiatan.

    “Masalah kendala struktural ini terjadi tak hanya di Sumsel, namun daerah lain di Indonesia. Secara umum, penyebabnya juga lantaran beberapa Kementerian dan Lembaga mengalami restrukturisasi. Baik penggabungan, pemisahan, dan dipisah menjadi lembaga baru yang mengakibatkan dana DIPA baru turun pertengahan mei dan juni,” jelasnya usai Rapat Pembahasan Realisasi Pelaksanaan Program/kegiatan Pembangunan APBD dan APBN Triwulan II Tahun Anggaran 2015, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (6/8).

    Sumsel baru menyerap 33 persen anggaran pada sektor program infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan satuan kerja strategis lainnya. Namun masih kurangnya penyerapan anggaran juga dikarenakan dana yang seharusnya bisa direalisasikan awal tahun, menjadi lamban karena APBN-P baru turun.

    Kondisi seperti ini menjadi turun dibandingkan 2014 lalu. Sebab kondisinya, pencairan pada awal anggaran selalu rendah di awal hingga pertengahan dan meningkat tajam di triwulan ke-IV. #idz

x

Jangan Lewatkan

Pilgub Sumsel 2018, Posisi PDIP Dan Golkar Kuat

Palembang, BP Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kholil Pasaribu melihat pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ...