Home / Sumsel / Lubuklinggau / Ribuan Anak Hadiri Puncak HAN

Ribuan Anak Hadiri Puncak HAN

Lubuklinggau, BP
Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Lubuklinggau dilaksanakan di Gedung Kesenian dihadiri ribuan anak se-Kota Lubuklinggau dengan tema ‘Menciptakan Lingkungan dan Keluarga Ramah Anak’, Kamis (6/8).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Lubuklinggau Hj Yetti Oktarina Prana usai pelaksanaan puncak HAN di Gedung Kesenian menyatakan ucapan selamat kepada anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak di Kota Lubuklinggau untuk terus berjuang mencapai cita-cita. “Selamat hari anak, semoga anak-anak di Lubuklinggau semakin kreatif, inovatif, cerdas dan tidak mudah putus asa mencapai cita-cita,” katanya.

Dia menyatakan keseriusannya memperhatikan anak-anak sekolah khususnya di Kota Lubuklinggau. PKK membantu pemerintah menjalankan program-program penyuluhan disamping program pemerintah sekolah gratis dan bantuan beasiswa.
“Mari kita rajut masa depan bersama-sama,” ajaknya.

Begitupun dengan Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar sepakat dengan Ketua Tim Penggerak PKK bahwa anak merupakan aset bangsa dan satu-satunya harapan bangsa menuju masa depan.

Dijelaskannya, anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. hal ini secara tegas diamanatkan dalam UUD tahun 1945 pasal 28 b ayat (2) bahwa negara menjamin setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.

Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga mempertegas bahwa sub-urusan pemerintahan di bidang perlindungan anak merupakan urusan wajib pemerintah non pelayanan dasar, yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota.

“Banyak kebijakan, program dan kegiatan yang telah dibuat dan dilaksanakan di kota lubuklinggau, namun kita sadari bersama bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak masih perlu terus kita tingkatkan secara optimal.

Di antaranya, lanjut Wawako, pemenuhan kutipan akta kelahiran, informasi yang ramah anak, dan memperbanyak wadah partisipasi anak dan suara anak dalam proses pembangunan, terutama bidang kesehatan, pendidikan, bidang perlindungan pekerja anak, perlindungan kekerasan kepada anak baik yang dilakukan oleh orang terdekat maupun orang dewasa lainnya.

“Sehinga nantinya di Kota Lubuklinggau anak tidak lagi mendapatkan kekerasan di rumah, jalan, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya, yang dampaknya akan mengganggu tumbuh kembang anak bahkan anak pada saat dewasa akan menjadi pelaku kekerasan,” terangnya.

Hal itu menurutnya dapat dicegah dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif guna mewujudkan peningkatan perlindungan dan tumbuh kembang anak. Lingkungan yang kondusif juga diperlukan dan harus dimulai dari dalam keluarga karena keluarga adalah lembaga pertama dan utama yang dapat menciptakan anak yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta Tanah Air, melalui pengasuhan yang berkualitas.

Sementara itu, pengasuhan berkualitas juga dapat membangun karakter anak serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dari sejak usia dini.  Saat ini, banyak keluarga yang belum memahami peran, tugas dan kewajiban sebagai orang tua untuk memenuhi hak anak-anaknya.

Apalagi di era globalisasi, dimana informasi bebas melanda seluruh lapisan masyarakat. Globalisasi tidak dapat terbendung dan akan berpengaruh terhadap kehidupan setiap individu serta berdampak terhadap kehidupan dan perkembangan kepribadian anak, maupun hubungan antaranggota keluarga, seperti banyak anak yang harus ditinggalkan di rumah karena orangtuanya harus bekerja.

Rangkaian acara dimulai dengan pengambilan 1000 tanda tangan anti kekerasan, Seminar hari anak dan lomba-lomba yang dilaksanakana seperti Lomba azan, pidato tentang menciptakan lingkungan yang melindungi hak anak, membuat kerajinan souvenir dan lomba membaca puisi. #kur

x

Jangan Lewatkan

Walikota Linggau Ancam Pecat Kepala Puskesmas

Lubuklinggau, BP Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengancam akan memecat kepala Puskesmas yang tersedar di delapan kecamatan jika ...