Home / Sumsel / Muaraenim / Mantan Kadikbud Diperiksa Ulang Pasca Putusan 2 Terdakwa Korupsi

Mantan Kadikbud Diperiksa Ulang Pasca Putusan 2 Terdakwa Korupsi

Muaraenim, BP
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaraenim bakal melakukan pemeriksaan ulang kepada mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Muaraenim Drs H Hamirul Hans dan Kasi Pendidikan Dasar Dikbud Muaraenim Martina terkait kasus dugaan korupsi proyek teknologi informasi dan komunikasi (e-learing) untuk 62 sekolah dasar di Muaraenim tahun anggaran 2014 dengan pagu anggaran Rp3.348 miliar.
            Kedua terdakwa pejabat Dikbud Muaraenim yang terlibat dalam kasus tersebut yakni Yasdin dan Zalvi  Novianto, perkaranya telah diputus majelis hakim Tipikor Pengadilan Negeri Klas I Palembang, pada sidang lanjutan, Selasa (4/8).
                Pada sidang yang dipimpin majelis hakim Elly Nuryasmin,SH,MH dan hakim anggota Dr Lufsiana, SH, MH, Iskandar, SH dan Tumrab, SH itu menyatakan sesuai dengan fakta dalam perisidangan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagai mana d dakwakan pada pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 yang  diubah dan ditambah pada UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.
                  Dalam sidang tersebut majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa  Yasdin  selama 1 tahun 4 bulan kurungan dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Putusan itu jauh lebih ringan bila dibandingkan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 2 tahun kurungan penjara.
                 Sedangkan terdakwa  Zalvi Novianto divonis hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Putusan itu jauh lebih ringan atas tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 1 tahun 6 bulan penjara.
                  Kepala Kejaksaan Negeri Muaraenim,  Adhyaksa D Yulianto, SH, MH didampingi Kasi Pidsusnya, Adi Wira bhakti, SH, ketika dikonfirmasi, Rabu (5/8), menyatakan puas atas penyidikan yang dilakukannya selama ini. “Terus terang usai putusan itu saya melakukan sujud sukur, artinya penyidikan yang kami lakukan secara hukum keduanya benar benar terbukti bersalah,” jelas Adhyaksa.
                  Menurutnya dengan telah divonisnya kedua terdakwa terbukti bersalah, maka pihaknya akan melakukan langkah selanjutnya untuk melakukan  pemeriksaan ulang terhap mantan Kadikbud Muaraenim, Drs H Hamirul Hans dan Kasi Pendidikan Dikbud Muaraenim, Martina.
                  “Majelis hakim Tipikor kelas I Palembang telah memutuskan ke 2 terdakwa bersalah melakukan penyalahgunaan kewenangannya sebagaimana yang didakwakan pada pasal 3,” jelasnya. Atas informasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), lanjutnya,  bahwa dalam persidangan itu dijelaskan terungkap adanya keterlibatan Mantan Kepala Kadikbud dan ibu Martina selaki Kasi Pendidikan Dasarnya. #nur
x

Jangan Lewatkan

Bank Indonesia Lirik Kopi Semende

Muaraenim, BP—Bagi masyarakat Sumatera Selatan sebutan kopi Semende sudah tidak asing lagi karena kepopulerannya nyaris menyampai pempek Palembang yang telah ...