Home / Hukum / Takut Hukuman Ditambah, Mantan Dirut Kembalikan Uang Denda

Takut Hukuman Ditambah, Mantan Dirut Kembalikan Uang Denda

Muaraenim, BP

dirut batubaraMantan Direktur Utama (Didut) PT Batubara Bukit Kendi (PT BBK), Ir Mustav Sjab, yang merupakan anak perusahaan PT BA, akhinya mengembalikan uang denda hukumannya sebesar Rp500 juga kepada negara. Pasalnya, yang bersangkutan tidak mau hukumannya ditambah 6 bulan lagi, jika uang tersebut tidak dikembalikan kepada negara.

Pengembalian uang denda kepada negara itu, disampaikan melalui kuasa hukumnyanya Normansyah SH melalui Kejaksaan Negeri Muaraenim, Selasa (4/8), sekitar pukul 11.30. Pengembalian uang tersebut diterima Kajari Muaraenim, Adhyaksa D Yulianto SH MH didampingi Kasi Pidumnya, Soemarlin H Ritonga SH dan Jaksa Eksekusinya, Variska AK SH di ruang kerja Kajari.

Sekadar mengingatkan kembali, Mustav Sjab, merupakan terpidana kasus kegiatan penambangan batubara di kawasan hutan di Tanjung Enim, ketika menjadi Dirut PT BBK, tanpa mengantongi izin pinjam pakai hutan dari Kementerian Kehutanan RI. Akibatnya, kasus itu disidik oleh penyidik Tipiter Mabes Polri kala itu dipimpin Brigjen Pol Suhardi Aliyus pada tahun 2010 lalu.

Saat itu, penyidik menyegelan terhadap kegiatan penambangan batubara milik anak perusahaan PT BA itu hingga akhirnya tambang tersebut tutup. Penyidik juga telah menetapkan Dirut PT BBK, Mustav Sjab kala itu sebagai tersangka dan menahannya di Bareskrim Mabes Polri.

Kemudian penyidik Tipiter Mabes Polri melimpahkan perkaranya ke JPU Kejari Muaraenim. Perkara tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri Muaraenim. Pada proses persidangan tersebut, majelis hakim Pengadilan Negeri Muaraenim telah memvonis ,Mustav Sjab bersalah dan menjatuhkan hukuman 1,6 tahun penjara dan membayar denda Rp500 juta atau menjalani hukuman 6 bulan kurungan.

Atas vonis tersebut, Mustav Sjab melalui kuasa hukumya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Sumsel. Pada tingkat banding, manjelis hakim memutuskan Mustav Sjab tidak terbukti bersalah dan dinyatakan bebas. Namun tim JPU mengajukan kasasi. Pada tingkat kasasi, majalis kasasi menguatkan putusan di tingkat Pengadilan Negeri Muaraenim. Atas putusan kasasi tersebut, pada bulan Februari 2015 lalu, Mustav Sjab menjalani putusan kasasi tersebut di Lembaga Pemasyarakat Kelas II Muaraenim. Setelah sekian bulan menjalani hukuman, pada Selasa (4/8), kuasa hukumnya menyerahkan pengembalian uang denda sebesar Rp500 juta kepada Kejaksaan Negeri Muaraenim sebagai titipan.

Kepala Kejaksaan Negeri Muaraenim, Adhyaksa D Yulianto SH MH, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pengembalian uang denda tersebut sebesar Rp 500 juta.

“Kejari Muaraenim hari ini kembali berhasil melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 500 juta atas nama terpidana Ir Mustav Sjab dalam pembayaran denda perkara eksploitasi penambangan batubara tanda izin di kawasan hutan oleh PT Bukit Kendi sebagai perusahaan terpidana,” jelas Kajari.

Menurutnya, pengembalian uang denda tersebut merupakan melengkapi prestasi pemulihan keuangan negara lainnya dengan jumlah total sebesar Rp 1.358.874.984. Adapun rinciannya, lanjutnya, dari denda terpidana Mustav Sjab sebesar Rp 500 juta, dari PNBP sampai bulan Juli sebesar Rp 168.985.804 dan dari bidang tindak pidana khusus sebesar Rp 689.889.180.

#nur

 

x

Jangan Lewatkan

Waria Dibunuh di Dalam Salon

Palembang, BP–Aldi alias Chika alias Badek (25) ditemukan tak bernyawa di dalam salon ‘Kiki Salon’ dengan sejumlah luka serius, Selasa ...