Home / Palembang / Besok PDAM Padam, Siap-siap ‘Timbun’ Air Bersih

Besok PDAM Padam, Siap-siap ‘Timbun’ Air Bersih

 

Palembang, BP

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamusi besok, Rabu (5/8) pukul 08.00, akan menghentikan operasional produksi selama 24 jam di Intake Karang Anyar. Untuk itu pelanggan diminta untuk menyetok air bersih secukupnya hari ini.

 Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Trita Musi Stefanus mengatakan PDAM akan melakukan pengerjaan pemasangan dan koneksi kabel power listrik dari panel induk ke panel pompa air baku di Intake Karang Anyar. Sehingga aliran listrik yang berdaya tinggi akan dipadamkan untuk mengurangi risiko pengerjaan.

 

“Artinya ketika listrik dipadamkan tidak ada aktivitas produksi, sehingga aliran air terpaksa distop selama 24 jam. Upaya penghentian ini pun tidak bisa ditunda-tunda karena risiko ke depan diperkirakan akan berdampak lebih besar,” kata Stefanus didampingi sejumlah Kepala Unit Pelayanan Produksi, Senin (3/8).

 

Dijelaskan, penghentian distribusi ini pun bertepatan dengan kegiatan PLN dalam pemeliharaan jaringan di hari yang sama di Intake Karang Anyar. Sehingga, jika tidak dilakukan pengerjaan pun operasional produksi air bersih tetap terganggu di hari tersebut. Untuk itu pihaknya berharap kepada pelanggan untuk dapat memaklumi kondisi yang ada saat ini.

 

Seperti dipaparkan Stefanus, taktis kegiatan penghentian produksi ini akan mengganggu sekitar 70 persen dari 198.112 sambungan pelanggan di Seberang Ilir. Bahkan untuk kawasan terjauh pun baru dapat dinormalisasi 2×24 bahkan bisa lebih lama dari itu.

 

Karena pentingnya pengerjaan ini, Stefanus memberikan gambaran jika Intake Karang Anyar membawahi empat Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang memiliki pelanggan terbesar di Kota Palembang, seperti IPA Karang Anyar, Poligon, Rambutan, dan 3 Ilir. Jika mengalami permasalahan sedikit saja, maka dikhawatirkan akan berdampak besar tehadap suplai air bersih ke depan.

 

“Empat IPA ini juga menyuplai beberapa unit pelayanan, seperti Unit Rambutan, Unit Alang Alang Lebar, Karang Anyar, 3 Ilir, KM 4, Sako, dan Kalidoni. Pelanggannya mencapai 198.112 pelanggan sehingga sangat riskan jika terjadi gangguan listrik, pengerjaan ini sangat penting untuk segera dilakukan,” papar Stafanus.

 

Dijelaskan juga dampak terganggunya sebagian besar unit pelayanan ini membuat kawasan terjauh dari unit pelayanan akan mengalami ganggunan lebih dari 2×24 jam seperti kawasan Soak Permai, Gria Satria, Gria Buana, Gotong Royong, Jl Kaur, Talang Jambe, Sukodadi, Talang Betutu di bawah pelayanan Alang Alang Lebar .

 

Demikian juga untuk kawasan Suka Maju, Bukit Sangkal, Sako, Kemuning, Lebong Gajah temasuk juga Jl MP Mangku Negara, Jl Abi Hasan, Jl Sapta Marga, Jl Kopral Anwar yang berada di unit palayanan Sako. Demikian juga Jl Ampibi , Pasar 16 dan sekitarnya yang beada di bawah unit pelayanan 3 Ilir akan mengalami lama gangguan yang sama.

 

Juga Unit Rambutan dengan wilayah suplai terjauh seperti kawasan Trikora Ujung, Madang, Nusa Indah, Lorong Harapan, Jl Angkat 45, Muhajirin Ujung, Talang Ratu, Pakjo Ujung, Jl Irigasi akan mengalami normalisasi lebih dari 2×24 jam.

 

 

Sementara itu unit lainnya di bawah unit KM 4 yakni Jl Sukabangun, Abusama, Jl Jogja, Ponorogo, Gotong Royong, Sukawinatan juga akan mengalami masa normalisasi lebih dari 2×24 jam, bahkan bisa sampai 3×24 jam.

 

Terakhir, wilayah ujung di Unit Pelayanan Kalidoni seperti kawasan Merah Mata, Jl Purwo, Sematang Borang, Sebagian wilayah Sapta Marga juga akan mengalami gangguan hingga 3×24 jam agar bisa normal kembali. “Untuk itu keluhan pelanggan akan kami layani melalui call center di 0711-355222,” jelas Stefanus.

 

Stefanus membeberkan sistem produksi air baku menggunakan sistem pompanisasi sehingga kebutuhan dalam operasional adalah ketersedian listrik yang optimal, untuk itulah pengerjaan ini menjadi prioritas pihaknya agar suplai tetap lancar dan tidak ada masalah lagi soal kabel power yang saat sudah rapuh.

 

Pihaknya sendiri pun akan melakukan semaksimal mungkin distribusi air bersih melalui IPA yang tidak terkena dampak. Namun karena produksi tidak begitu besar maka kemungkinan besar tidak semua wilayah dapat diatasi. “Ada antisipasi yang kami lakukan namun tidak begitu besar dampaknya,” tukas Stefanus.

 

Direktur Operasional PDAM Tirtamusi Andi Wijaya menambahkan pihaknya mohon maaf atas pelayanan dan ketidaknyamanan pelanggan ini. Pentingnya pengerjaan ini dijelaskan agar tidak makin parah resiko yang dihadapi ke depan. “Ini saya tegaskan bukan karena kami ingin memperburuk keadaan saat musim kemarau, ini memang karena kondisi saat ini yang terjadi,” kata Andi.

 

Pihaknya pun dikatakan mengambil waktu yang tepat, sebab PLN akan menghentikan suplai listrik di Intake Karang Anyar karena ada pengerjaan pemeliharaan. Sehingga pemadaman pun sebenarnya harus terjadi di hari tersebut, walaupun tidak ada pengerjaan yang dilakukan PDAM. #ren

x

Jangan Lewatkan

Gunakan Air Tetangga, Meteran Dibongkar

Palembang, BP — Lantaran mengambil air dari meteran milik tetangga, pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang ini dikenakan ...