Home / Sumsel / Ogan Ilir / 6 Pemuda Minta Maaf ke Pasangan H Sobli-H Toha

6 Pemuda Minta Maaf ke Pasangan H Sobli-H Toha

Jpeg

Jpeg

Inderalaya, BP

Enam pemuda berasal dari Desa Sri Bandung, Kecamatan Tanjung Batu mendatangi kediaman pasangan independent, Ir Sobli Rozali dan Prof DR H M Taufik Toha DEA, Selasa (4/8). Kedatangan pemuda ini untuk mengkarifikasi serta meminta maaf terhadap pasangan ini lantaran merasa tertipu atas aksi demo yang dilakukan oleh Gerakan Pemuda Mahasiswa Ogan Ilir Peduli Pilkada Bersih (GMP-OI-PPN) pada Senin (3/8) lalu yang menuntut dan meminta pihak KPUD OI menindaklanjuti persyaratan bakal calon Independent yang diduga melakukan praktik kecurangan dan pembohongan publik yakni dugaan pemalsuan tanda tangan masyarakat pada surat dukungan pasangan calon independen.

Keenam pemuda tersebut yakni Eko, Soblin, Walih, Armadi, Waji, Toliq, Eko salah satu pemuda saat diwawacarai usai bertemu Ir Sobli Rozali menceritakan keikutsertaan mereka dalam aksi demo tersebut, diceritakannya, sehari sebelum melakukan aksi, Minggu (2/8) sekitar pukul 17.00. Mereka bertemu Sobirin kordinator aksi demo GMP-OI-PPN yang juga warga satu desa untuk mengajak mereka ke Inderalaya.

“Saat kami sedang nongkrong di desa, Saudara Sobirin datang menghampiri kami mengajak ke Inderalaya, tanpa memberitahukan maksud dan tujuan ke Inderalaya,” kata Eko.

Masih kata dia, keinginan untuk ikut ke Inderalaya lantaran mereka dijanjikan Sobirin uang transport senilai Rp100 ribu, awalnya mereka ingin menggunakan kendaraan motor untuk ikut ke Indralaya. Lantaran Sobirin menyuruh mereka untuk pergi bersama dengan menggunakan kendaraan mobil.

Saat tiba di Inderalaya, mereka terkejut rombongan aksi yang berjumlah kisaran 50 orang tersebut mendatangi KPUD OI, saat tiba diperintahkan baris dan diberikan selembaran serta spanduk.

“Kita terkejut, kita tak bisa berbuat apa-apa karena turun dari mobil kita langsung diperintahkan baris dan melakukan orasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, kedatangan mereka menemui pasangan independent ini untuk meminta maaf atas tergabung aksi tersebut lantaran ketidaktahuan mereka atas tujuan diajaknya ke Inderalaya.

“Kita tak enak sama Pak Sobli karena kita satu desa dan sering bertemu, kita merasa tertipu oleh Sobirin koordinator aksi,” ujarnya. #hen

x

Jangan Lewatkan

ASN Pemkab OI Keluhkan Soal TPP yang Tidak Adil

Inderalaya, BP–Polemik Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) terus ...