Home / Headline / Pendiri Unsri dan IAIN Raden Fatah Telah Tiada

Pendiri Unsri dan IAIN Raden Fatah Telah Tiada

  • Almarhum Merupakan Teman Dekat Orangtua Gubernur Sumsel
11828710_10203250106773571_2056565266936598380_n
Palembang, BP
Dr H Mochtar Effendy, SE,  pembina Yayasan RSI Siti Khodijah Palembang dan pendiri Universitas Sriwijaya (Unsri) serta pendiri Fakultas Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang mengembuskan napas terakhirnya  dalam usia 88 tahun pada Sabtu (1/8) pukul 23.00 di Jalan Kenanga No 3 Pesanggrahan, Bintaro, Jakarta Selatan,
Almarhum berasal dari Lintang, Empatlawang dan Lahat dan merupakan teman dekat almarhum Noerdin Pandji yang merupakan orangtua dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.
Semasa hidupnya almarhum yang merupakan sesepuh Lintang, Empatlawang ini telah banyak berjasa bagi daerah Sumsel dan Indonesia. Almarhum adalah pejuang, dosen, pendiri Unsri, pendiri Fakultas Hukum Islan IAIN Raden Fatah Palembang yang kini menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) bersama KH A Gani Sidang (ayah Dr Ali Gani),  tokoh penting di RS Siti Khadijah, penulis buku perjuangan, buku keislaman yang masih produktif di usia senjanya.
Almarhum meninggalkan seorang istri,  Siti Asiah (85), dengan 12 orang anak dan 30 orang cucu.
Putri bungsu almarhum, Sri Novi Adrianti atau akrab di panggil Yanti Mochtar mengatakan, almarhum selama ini memang mengidap penyakit tua dan asma.
Belakangan terjadi penurunan fisik almarhum karena kondisi sudah tua dan sempat anfal akibat asma tapi setelah diberikan oksigen segar kembali.
“Kemarin bapak mengembuskan napas dengan tenang, dan alhamdulillah keluarga sudah ikhlas,” katanya, Minggu (2/8).
Menurut Yanti, almarhum dikenal pribadi yang tidak pernah macam-macam, tidak pernah banyak bicara.
“Apalagi saya anak paling bungsu, paling dekat dengan beliau. Bahkan kalau meninggal dan dimakamkan di mana, bapak tidak ada permintaan khusus. Seperti Ibu Eliza Alex, Prof Alie Gani yang hadir di sini sempat tanya kepada keluarga kenapa almarhum tidak dibawa pulang ke Palembang, apa memang ada diwasiatkan sebelumnya.Memang bapak tidak ada permintaan khusus atau pesan khusus,” kata Yanti.
Dengan pertimbangan di mana almarhum dipanggil Allah maka di situlah almarhum di kebumikan. “Siang ba’da zhuhur tadi, Minggu (2/8), bapak sudah dimakamkan di Pemakaman Umum Tnah Kusir, Jakarta,” katanya.
Menurut Yanti, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin berhalangan hadir dalam pemakaman tersebut dan hanya mengirimkan bunga dukacita, namun istri Gubernur Sumsel, Hj Eliza Alex, dan keluarga besar Noerdin Pandji ikut hadir dalam pemakaman almarhum.
” rof Ali Ganie sekeluarga, semua direktur dan Yayasan RSI Siti Khodijah dan semua masyarakat Sumsel hadir dalam pemakaman bapak, Kafrawi Rahim juga hadir,” katanya.
Yanti melihat sosok almarhum adalah sosok yang suka menulis  dan memotivasi anak-anaknya agar terus membantu orang lain.
Sedangkan mengenai keberadaan Hotel Paradise di Palembang yang merupakan peninggalan almarhum, menurutnya, sudah ada manajemennya. “Itu sudah lama bapak enggak pegang,” katanya.
Dalam pergaulan almarhum juga sering mendapatkan undangan-undangan namun anak-anaknya sudah mengurangi undangan tersebut.
“Bapak kalau dapat undangan, kalau ada lima buah, lima-limanya harus didatangi, itu prinsip bapak. Tadi saat pemakaman banyak orang Palembang datang, kami agak terheran-heran, begitu luasnya pergaulan orangtua kami,” katanya.
Ditambahkan Yanti, malam ini  hingga malam ketiga digelar yasinan di Hotel Paradise Palembang yang diselenggarakan oleh teman-teman almarhum. #osk
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Bersama Dodi Reza Alex “Akrab “Dengan SO

Palembang, BP Dihari kedua Idul Fitri, Sabtu (16/6), Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin masih menggelar kegiatan Open House ...