Home / Headline / Kasus Campang Tiga di BNI Rugikan Negara Rp49,5 Miliar

Kasus Campang Tiga di BNI Rugikan Negara Rp49,5 Miliar

PicsArt_1437732159046

Palembang, BP
Setelah sempat mandek menangani kasus dugaan kucuran kredit PT Campang Tiga, Polda Sumatera Selatan akhirnya mendapatkan laporan hasil audit kerugian negara dari BPKP Sumsel yang mengaudit kasus dugaan tipikor dalam kucuran kredit PT Campang Tiga di BNI. Dalam hasil audit, BNI diduga merugikan negara mencapai Rp49,5 miliar.

“Kasus dugaan PT Campang Tiga sudah ada laporan dari BPKP, sudah kami terima laporan hasil auditnya. Kalau untuk audit dari BPK RI Perwakilan Sumsel masih dalam proses dan masih ditunggu,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri, Minggu (2/8).

Masih dikatakan Iza, tentunya dengan adanya laporan dari BPKP Sumsel, Polda Sumsel akan segera menindaklanjuti dengan melakukan proses lebihlanjut dalam kasus dugaan ini. Sehingga, Polda Sumsel telah mengantungi kerugian negara.

Sementara itu, Kasubdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel AKBP Imran Amir membenarkan, penyidik telah menerima hasil laporan dari BPKP Sumsel berupa audit kerugian negara di BNI dalam kasus dugaan kucuran kredit PT Campang Tiga.

Ketika disinggung mengenai audit kerugian negara dalam kasus dugaan di Bank Sumsel Babel, Imran belum dapat memberikan informasi lebihlanjut, karena untuk audit kerugian negara dalam kasus dugaan ini di Bank Sumsel Babel hingga kini Polda Sumsel belum menerima laporan hasil audit dari BPK RI Perwakilan Sumsel.

“Hasil audit kerugian negara dari BPKP Sumsel yang telah melakukan audit di BNI ditemukan kerugian negara Rp49,5 miliar. Tapi anehnya, hasil audit dari BPK untuk Bank Sumsel Babel hingga kini juga belum keluar,” kata Imran.

Berbedanya yang melakukan hasil audit kedua bank tersebut, dijelaskan Imran, itu dilakukan untuk mempercepat dalam mengusut kasus dugaan ini. Sehingga Polda Sumsel meminta BPKP Sumsel dan BPK RI Perwakilan Sumsel melakukan audit kerugian negara.

“Untuk di BNI audit dilakukan BPKP Sumsel. Sedangkan di Bank Sumsel Babel audit dilakukan BPK RI Perwakilan Sumsel,” jelas Imran.

Untuk diketahui, sebelumnya kasus dugaan ini terungkap berawal dari laporan Bank Indonesia (BI) ke Polda Sumsel beberapa waktu lalu. Dimana 2007 lalu kasus dugaan ini terjadi saat PT Campang Tiga mengajukan kredit ke BNI.

Namun pada 2008 lalu, PT Campang Tiga diduga kembali mengajukan kredit ke Bank Sumsel Babel. Sehingga kredit di kedua bank pemerintah tersebut cair. Bahkan dalam mengajukan kredit di kedua bank pemerintah tersebut diduga agunan atau jaminan yang diajukan merupakan objek sengketa.

Sepanjang perjalanan kasus dugaan ini, Kamis, 25 September 2014, Penyidik Polda Sumsel telah melakukan penggeladahan di Kantor Bank Sumsel Babel yang belokasi, di Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang. Di sana penyidik melakukan penyitaan dokumen debitur bank atas nama PT Campang Tiga untuk dijadikan barang bukti. #rio

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Prabowo: Rakyat Mendambakan Pemimpin Yang Setia Kepada Rakyat

Palembang, BP Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menanti hasil Pilkada 2018, untuk menjadi acuan dirinya menghadapi Pemilihan Umum ...