Home / Sumsel / Lubuklinggau / TPA Petanang, Linggau ‘Overload’

TPA Petanang, Linggau ‘Overload’

Lubuklinggau, BP
Tiga hari terakhir Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Lubuklinggau mulai mengalihkan pembuangan sampah ke lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) di Lubuk Binjai, Kelurahan Lubuk Binjai, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Selama ini, pembuangan akhir sampah dilakukan di TPA Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II dan kondisinya sudah overload bahkan bakal ditutup.

“Sekarang ke Binjai tiga hari ini. Karena TPA yang di Petanang itu overload. Sudah itu, dia pendamping,” kata Kepala DKP Lubuklinggau Erwin.

Menurutnya, TPA Binjai merupakan lokasi yang baru. Berada dilahan seluas 25 hektar dan dapat menampung hingga puluhan tahun volume smpah. Sedangkan di TPA Petanang yang lama luasnya hanya satu hektar dan kondisinya sudah overload. “TPA di Petanang tidak layak lagi. Sudah overload. Jadi sebagian sampah mulai dibuang serta dialihkan ke Binjai,” ujarnya.

Artinya, kata Erwin, volume sampah perharinya sekitar 400 kubik sebagian masih ada yang diangkut ke TPA Petanang dan adapula ke TPA Binjai. “Masih disana (Petanang). Tapi dikurangi volumenya. Di mana sehari 20 truk angkut sampah. Dari jumlah itu, mobil angkut ukuran kecil yang mengangkut sampah ke Petanang sekitar 5-6 mobil. Petanang tidak bisa nampung lagi. Jadi akan ditutup nantinya,” kata Erwin.

Kedepan, TPA Petanang akan di reklamasi dengan melakukan penutupan area. Tapi hal itu masih menunggu selesainya pembangunan akses jalan dilokasi TPA Binjai yang saat ini masih dikerjakan pihak Pekerjaan Umum (PU). “TPA Petanang akan ditutup. Karena itu, pembuangan sampah ke TPA Binjai bertahap dilakukan karena masih menunggu selesainya pembangunan jalan,” katanya. #kur

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pisang Bertandan Tiga, Empat Jantung Jadi Tontonan Warga

Lubuklinggau, BP —  Warga sekitar Gang Makruf, RT 04, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I heboh. Pasalnya, pohon pisang ...